Oleh :
Sintia Medina*
Jelang perayaan Idul
Fitri 1445 H, pemerintah terus
mengoptimalkan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisir
risiko dan memastikan mudik berjalan lebih aman dan tertib. Dengan menggandeng
banyak pihak stakeholder yang terkait, Pemerintah beserta berbagai lembaga dan
kementerian lainnya terus mempersiapkan berbagai langkah agar arus mudik maupun balik Lebaran
dapat berjalan lancar.
Sejak jauh-jauh hari, Pemerintah terus berupaya
maksimal agar aktivitas mudik dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dari
sisi kesiapan infrastruktur, pemerintah tengah memastikan kesiapan
transportasi, seperti jalan raya, terminal, bandara, dan stasiun kereta api.
Perawatan dan perbaikan harus dilakukan sebelum musim mudik untuk menghindari
kemacetan dan kecelakaan.
Rekayasa arus lalu
lintas juga tengah dipersiapkan aparat Kepolisian guna mengatur dan mencegah
terjadinya macet panjang keluar Jakarta jelang puncak arus mudik Lebaran
mendatang.
Menteri Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan
persiapan tengah dikerjakan pemerintah untuk menyambut arus mudik Lebaran
dengan mempersiapkan keamanan rumah ibadah, ketersediaan pangan dan stabilitas
harga pangan, khususnya bahan pokok, pasokan BBM dan Gas Elpiji, serta kesiapan
infrastruktur moda transportasi.
Sementara, puncak mudik
Lebaran diperkirakan terjadi tanggal 5 s.d 7 April 2024, dan arus balik tanggal
14 s.d. 15 April 2024. Dari survei yang dilakukan Kemenhub, prediksi jumlah
pemudik mencapai 193,6 juta orang, jauh lebih besar dari tahun 2023 yakni 123,8
juta orang dengan rincian 27,32 juta pemudik menggunakan mobil pribadi, 22,27
juta pemudik menggunakan bus, 9,53 juta pemudik menggunakan mobil sewa, dan
25,13 juta pemudik dengan sepeda motor. Daerah tujuan pemudik paling besar
menuju Jawa Tengah, yakni 32,75 juta orang, diikuti Jawa Timur (24,6 juta), dan
Jawa Barat (20,72 juta).
Adapun potensi
kemacetan terdapat di Jalan Tol Cipali setelah Km 66 dari Jakarta yang mengarah
ke timur karena ada penyempitan dari empat lajur menjadi dua lajur. Untuk itu, pihak
Kepolisian dan Kemenhub akan berkordinasi melakukan sistem rekayasa lalu lintas
contraflow dari Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 72 Jalan Tol
Cipali, serta skema satu arah dari Km 72 Tol Cipali sampai Km 414 Gerbang Tol
Kali Kangkung, dan dari Km 422 sampai Km 442 Tol Semarang-Bawen.
Menteri Perhubungan,
Budi Karya Sumadi mengatakan tahun ini, Kementerian PUPR telah menyiapkan dan
menambah enam ruas tol baru, yakni ruas tol Tol Cimanggis-Cibitung, Tol
Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, Tol
Bangkinang-Koto Kampar, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, dan Tol
Indrapura-Kisaran. Beberapa ruas tol baru tersebut nantinya akan mempermudah
mobilitas masyarakat dan membuat perjalanan menjadi lebih cepat. Sementara,
pemerintah juga tengah mempertimbangkan penambahan rest area di setiap ruas
jalan tol, penambahan rest area darurat di kawasan pemukiman warga, serta
pemberian diskon tarif jalan tol H-2, H-1, H+1 dan H+2 untuk mengurangi
penumpukan kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik.
Pemudik juga diminta
untuk mencermati tarif tol dan memastikan saldo kartu pembayaran tol terisi
sebelum berangkat mudik. Pemudik juga dibatasi 30 menit di tempat istirahat
(rest area) agar tidak terjadi penumpukan dan menyebabkan kemacetan di jalan
tol.
Untuk penyeberangan
laut, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) menyiapkan tiga
pelabuhan di ruas Jawa Sumatera yaitu Bandar Bakau Jaya di Bojonegoro Kabupaten
Serang untuk mengangkut kendaraan golongan VIII dan IX, Pelabuhan Ciwandan Kota
Cilegon untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor; dan Pelabuhan Merak untuk
roda empat, bus dan kendaraan pengangkut sembako. Selain aspek infrastruktur
moda transportasi, sarana prasarana pelabuhan dan jalan, pemerintah juga
menyediakan sarana prasarana kesehatan di rest area jalan tol.
Untuk menghindari
penumpukan pemudik pada waktu tertentu dan meminimalisir kecelakaan di jalan,
pemerintah menyediakan program mudik gratis yang dilaksanakan Kemenhub,
Kementerian BUMN, dan kementerian teknis lain untuk penumpang dan sepeda motor
dengan angkutan melalui moda transportasi bus, kereta api, dan kapal laut.
Pihaknya juga mendorong agar pihak swasta dapat menyelenggarakan mudik bersama
gratis bagi masyarakat agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Sejumlah langkah
antisipasi yang telah disiapkan di sektor darat, antara lain, dilakukan
manajemen dan rekayasa lalu lintas pada simpang serta ruas jalan baik jalan tol
dan non tol, membatasi angkutan barang bahan galian, bahan tambang, dan bahan
bangunan, penambahan rest area, serta memastikan ketersediaan pasokan BBM.
Dengan beberapa
strategi tersebut diatas, arus mudik dan balik Lebaran diperkirakan sudah
sangat siap. Seluruhnya telah dipersiapkan oleh Pemerintah RI dari berbagai
macam lembaga dan kementerian bahkan terus meningkatkan koordinasi serta
integrasi mereka. Dengan menggandeng banyak pihak, maka keberhasilan dan
kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2024 akan bisa terwujud.
*) Penulis Merupakan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pakuan Bogor

Tidak ada komentar:
Posting Komentar