Minggu, 28 Juli 2024

KPU Pastikan Persiapan Penyelenggaraan Pilkada Tetap Berjalan

 Oleh : Gavin Asadit )*

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses demokrasi. Sementara itu, KPU memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan Pilkada 2024 tetap berjalan, pemberhentian Hasyim Asy’ari sebagai Ketua KPU RI tidak akan mempengaruhi jadwal pelaksanaan Pilkada 2024.

Pihak KPU RI memastikan bahwa seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada 2024 tetap berjalan sesuai timeline yang telah ditetapkan. Pemberhentian tidak dengan hormat Hasyim Asya’ri sebagai ketua KPU tidak akan mempengaruhi tahapan Pilkada. Hasyim Asya’ri diberhentikan karena ada pelanggaran etika. Meskipun ada perubahan kepemimpinan di KPU, komisi ini menegaskan bahwa mereka akan tetap fokus pada persiapan dan pelaksanaan Pilkada 2024.

Sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menjatuhkan sanksi pemecatan kepada Ketua KPU Hasyim Asy’ari karena terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Den Haag, Belanda.

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 tetap akan berjalan baik, lancar, dan jujur-adil (Jurdil). Hal tersebut ditegaskan setelah putusan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang meminta Hasyim Asy’ari diberhentikan secara tetap sebagai Ketua KPU RI.

Senada, Komisioner KPU RI, Idham Holik juga mengatakan bahwa persiapan penyelenggaraan Pilkada 2024 tak akan terganggu meski belum ada ketua KPU definitif. KPU terus berfokus dan memastikan bahwa tidak ada tahapan dan persiapan Pilkada Serentak 2024 tidak ada yang terganggu.

Setelah pemecatan Hasyim Asy’ari, salah satu komisioner KPU Mochammad Afifuddin ditunjuk sebagai Plt Ketua KPU RI. Selanjutnya, pihaknya membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung KPU dalam menjalankan tugas dan fungsinya selama proses penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 berlangsung agar selama pelaksanaan pilkada berjalan dengan aman dan damai tanpa ada gangguan apapun.

Pilkada merupakan salah satu tahapan penting dalam proses demokrasi di Indonesia. Melalui Pilkada, rakyat memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin daerah yang dianggap mampu mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat setempat. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan penyelenggaraan yang adil dan transparan sangatlah penting.

Di sisi lain, meskipun terjadi perubahan kepemimpinan di KPU, komisi ini tetap berkomitmen dan memastikan untuk menjalankan tugasnya dengan profesionalitas dan integritas tinggi. KPU menyadari bahwa kepercayaan publik adalah hal yang sangat berharga dan harus dijaga dengan baik.

Dalam penegasanya KPU akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawas Pemilu, dan Aparat Keamanan untuk memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Menjelang pelaksanaan Pilkada 2024 pentingnya juga kolaborasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak kepentingan untuk memastikan seluruh tahapan-tahapan Pilkada berjalan dengan baik.

Langkah yang diambil oleh KPU tentu harus diapresiasi, dengan sumber daya yang ada pastinya mampu menjamin pelaksanaan Pilakda tetap berjalan. Namun kita juga harus tetap kritis terhadap setiap permasalahan yang muncul agar KPU tetap konsisten menjalankan perintah konstitusi, sehingga pelaksanaan Pilkada 2024 bisa terlaksana dengan aman, kondusif dan menghasilkan pemimpin yang berintegritas.

Keberhasilan KPU dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 menjadi harapan semua pihak. KPU harus mampu menjaga kepercayaan publik, agar terus bisa memberikan kontribusi positif dalam penyelenggaraan Pilkada. Pasca pemberhentian ketua KPU, evaluasi harus tetap dilakukan agar semua bisa dipastikan berjalan pada rel konstitusi.
Dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, KPU diharapkan mampu melakukan pembaruan dan penyempurnaan terhadap peraturan yang berlaku. Selain itu, KPU juga dituntut untuk terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, partai politik, dan masyarakat, hal ini untuk memastikan bahwa proses Pilkada berjalan dengan lancar.

Plt Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tahapan penyelenggara Pilkada 2024 meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di Tingkat KPU. KPU Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga sudah siap melaksanakan Pilkada Serentak 2024. Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan Pilkada pentingnya koordinasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait.

Dalam menghadapi Pilkada 2024, KPU berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan profesionalitas dan integritas. KPU akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa Pilkada berjalan adil, transparan, dan sukses, sehingga setelah pelaksanaan Pilkada 2024 dapat menciptakan pemimpin daerah yang memiliki integritas dan kompetensi dalam memimpin masyarakat.

Sebagai lembaga yang independen, KPU harus menjaga integritasnya dalam menjalankan tugasnya. Persiapan penyelenggaraan Pilkada 2024 harus dilakukan dengan cermat dan teliti, agar tidak terjadi kegagalan dalam proses demokrasi. Sementara itu, walau terjadi pergantian kepemimpinan di tingakt KPU dipastikan bahwa proses pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 akan berjalan sesuai dengan tahapan Pemilu sesuai dengan aturan yang berlaku.

KPU memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa Pilkada dilaksanakan tepat waktu, secara transparan, adil, dan demokratis sesuai perintah konstitusi.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Perayaan HUT RI ke-79 di IKN Tonggak Sejarah Perpindahan Ibu Kota Negara

 Oleh : Septiawan Prihadi )*

Adanya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi tonggak sejarah bagi perpindahan ibu kota bangsa ini. Pasalnya, pemerintah merencanakan perpindahan ibu kota Indonesia dari yang sebelumnya terletak di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kemudian kini berpindah ke IKN Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam waktu dekat ini, menyambut adanya HUT Kemerdekaan RI ke-79, pemerintah mempersiapkan adanya perayaan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, yang mana hal tersebut sekaligus menjadi tonggak sejarah perpindahan ibu kota di Tanah Air.
Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Usman Kansong mengatakan bahwa pelaksanaan Upacara 17 Agustus 2024 dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79 merupakan sebuah tonggak sejarah perpindahan ibu kota Indonesia. Tidak hanya itu, namun dengan adanya pelaksanaan Upacara Bendera dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 juga menjadi sebuah tonggak sejarah bagi penyempurnaan dari sisi infrastruktur di IKN.

Tentunya bukan tanpa alasan mengapa Pemerintah Republik Indonesia terus menggencarkan berbagai macam upaya percepatan pembangunan dalam proyek IKN Nusantara. Pasalnya, IKN sendiri merupakan proyek atau program jangka panjang bagi bangsa ini hingga tahun 2045 mendatang dalam rangka untuk menyongsong tahun keemasan negeri, yakni Indonesia Emas ke depan.
Oleh karena itu, pemerintah benar-benar berupaya untuk mengembangkan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur tersebut sebagai kota masa depan yang cerdas dan juga pintar.

Sampai saat ini, seluruh proses persiapan pelaksanaan Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-79 di IKN terus berjalan dengan baik, termasuk bagaimana persiapan dari para pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas untuk pertama kalinya di sana. Paskibraka sendiri merupakan salah satu elemen yang penting dalam persiapan Upacara Bendera 17 Agustus 2024 mendatang di IKN.
Menurut Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina bahwa seluruh pasukan pengibar bendera pusaka merupakan perwakilan dari putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia yang berasal dari seleksi 38 provinsi.

Seluruh persiapan benar-benar pemerintah lakukan dari berbagai aspek untuk menyukseskan gelaran tersebut, termasuk seleksi yang ketat pada Calon Paskibraka hingga tes kesehatan, tes fisik, wawancara, kepribadian sampai psikotes. Semua itu demi memastikan mereka semua siap secara fisik dan mental melaksanakan amanah yang besar.

Terdapat sebuah narasi baru yang saat ini Kalimantan Timur miliki, yakni keberadaan IKN Nusantara bertransformasi menjadi sebuah simbol kemajuan bangsa. Di tengah bagaimana gema persiapan infrastruktur yang sangat megah tersebut, wilayah itu tidak hanya bersiap untuk menyambut Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-79 saja, namun juga menandai era baru dalam sejarah negeri.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sangat optimis bahwa seluruh proyek penunjang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal.

Terdapat berbagai macam infrastruktur pendukung acara akbar tersebut yang telah pemerintah persiapkan dengan sangat matang, yakni keberadaan Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) terdiri atas empat menara (tower) serta 12 tower ASN. Sebanyak 12 tower ASN dari 47 tower kompleks ASN ditargetkan selesai sehingga siap digunakan oleh para peserta upacara. Begitu juga, jaringan air untuk siap menyuplai seluruh kebutuhan air bersih di IKN.
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah merasakan fasilitas air bersih, yang mana proyek tersebut juga menjadi tonggak penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, sejalan dengan rencana pelaksanaan HUT RI ke-79.

Persiapan HUT RI di IKN bukan hanya tentang infrastruktur, melainkan juga tentang semangat membangun bangsa. Semangat kemerdekaan yang berkobar di IKN menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan bangsa.
IKN sendiri merupakan sebuah simbol dari adanya semangat baru bangsa Indonesia untuk bisa terus membangun masa depan yang gemilang. Melalui IKN, pemerintah dan segenap elemen mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan untuk membangun dan menjadikan negeri ini sebagai bangsa yang lebih maju, adil dan sejahtera.

Monumen Kepala Garuda yang telah terpasang, menjadi bagian akhir dari konstruksi bilah-bilah Garuda yang monumental. Bilah-bilah Garuda karya Nyoman Nuarta ini menjadi simbol dari Kantor Presiden di Nusantara yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Perlehatan perayaan Upacara Bendera dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN Nusantara merupakan tonggak sejarah bagi perpindahan ibu kota di Tanah Air.

)* Mahasiswa Universitas Darma Agung Medan

Tokoh Papua Tolak Provokasi OPM yang Picu Konflik di Papua

 Oleh : Loa Murib

Di tengah dinamika sosial dan politik di Papua, sejumlah tokoh adat dan pemuda Papua telah menyuarakan penolakan terhadap aksi-aksi provokatif Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sering kali memicu konflik. Tokoh-tokoh ini menekankan pentingnya perdamaian dan menolak kekerasan sebagai cara untuk menyuarakan aspirasi.

Herman Yoku, seorang tokoh adat Papua, dengan tegas mengecam berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurutnya, OPM telah sering memprovokasi kerusuhan di berbagai wilayah Papua, yang berujung pada pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk pembunuhan terhadap masyarakat sipil. Herman menyatakan bahwa tidak semua orang Papua mendukung kemerdekaan yang diperjuangkan OPM, dan banyak dari mereka lebih memilih hidup dalam kedamaian.

Herman juga menyerukan kepada masyarakat Papua untuk tidak terhasut oleh propaganda OPM yang mencoba memperdaya mereka untuk menyerang pemerintah. Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua pada dasarnya cinta damai dan mendambakan stabilitas di wilayah mereka. Menurutnya percuma berjuang namun masih membunuh sesama orang Papua, menunjukkan bahwa kekerasan hanya akan memperburuk situasi dan tidak membawa kemajuan bagi masyarakat.

Selain tokoh adat, tokoh pemuda Papua seperti Ali Kabiay juga mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh OPM. Ali menegaskan bahwa aksi-aksi tersebut berdampak negatif terhadap masyarakat Papua dan mendukung penuh upaya aparat keamanan untuk menindak tegas kelompok tersebut. Ia percaya bahwa penegakan hukum yang tegas adalah langkah penting untuk memastikan keamanan dan kedamaian di Papua. Ali mengungkapkan bahwa banyak masyarakat Papua merasa tidak terkait dengan OPM dan tindakannya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa terdapat pemisahan yang jelas antara OPM dan mayoritas masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan damai tanpa kekerasan.

Pemerintah dan aparat keamanan Indonesia terus berupaya menegakkan hukum dan menjaga stabilitas di Papua. Baru-baru ini, operasi gabungan oleh Satgas Yonif RK 753/AVT/Satgas Elang IV dan Satgas Mandala berhasil menangkap tiga anggota OPM di Kampung Karubate, Mulia, Puncak Jaya. Ketiga orang tersebut diketahui sebagai bagian dari kelompok yang terkenal sadis dalam melakukan teror dan kekerasan terhadap masyarakat sipil serta aparat keamanan.

Tindakan tegas ini diambil untuk mengantisipasi adanya serangan balasan dari kelompok OPM dan memastikan bahwa masyarakat sipil terlindungi. Aparat keamanan diharapkan dapat menjaga stabilitas dan keamanan di Papua dengan meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah yang rawan.

Letkol Inf Candra Kurniawan, selaku Kependam XVII/Cenderawasih, menekankan bahwa operasi penegakan hukum akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah. Hal ini penting untuk mencegah aksi-aksi kekerasan lebih lanjut yang dapat merusak perdamaian di Papua.

Di sisi lain, perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda Papua. Antropolog Papua, Petrodes Mega, mengungkapkan pentingnya memberikan edukasi dan kesempatan kepada anak-anak Papua untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Mega, yang juga merupakan pendiri organisasi Pemuda Papua Penuh Damai (Papeda), menekankan bahwa banyak anak muda Papua yang memiliki potensi besar dan mampu bersaing jika diberikan ruang dan kesempatan.

Menurutnya, perjuangan untuk kemerdekaan sejati adalah bagaimana setiap individu Papua dapat menjadi orang yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menghindari konflik dan kekerasan, serta mendorong edukasi yang dapat merubah pola pikir generasi muda untuk berperan aktif dalam membangun Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mega juga menggarisbawahi bahwa permasalahan di Papua sebetulnya sudah tuntas, namun masih ada upaya yang perlu dilakukan untuk memastikan dinamika konflik tidak berkepanjangan. Ia menyerukan perlunya intervensi dalam bentuk pendidikan dan pembinaan agar anak-anak muda Papua tidak terjebak dalam konflik, melainkan fokus pada membangun diri dan komunitas mereka.

Tokoh-tokoh Papua yang menolak provokasi OPM dan mendukung upaya penegakan hukum serta pendidikan bagi generasi muda menunjukkan bahwa ada suara-suara yang kuat untuk kedamaian dan kemajuan di Papua. Aksi-aksi provokatif dan kekerasan tidak hanya merusak masyarakat tetapi juga menghambat proses pembangunan. Dengan fokus pada edukasi, perdamaian, dan kolaborasi, Papua memiliki potensi besar untuk berkembang dan maju dalam bingkai NKRI.

Penolakan terhadap provokasi dan kekerasan yang dilakukan oleh OPM menunjukkan bahwa banyak tokoh Papua menginginkan kedamaian dan stabilitas di wilayah mereka. Seruan dari tokoh-tokoh ini memperlihatkan keinginan kuat untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai dan membangun. Pendidikan, kesadaran, dan penegakan hukum yang tegas dianggap sebagai kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Papua. Dengan demikian, dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan tokoh-tokoh lokal, sangat penting untuk mewujudkan Papua yang damai dan maju.

*Penulis Adalah Mahasiswa Papua yang Tinggal di Surabaya

KPU Upayakan Penyampaian Informasi dan Regulasi Pilkada Akurat ke Masyarakat

 Oleh : Galang Faizan Akbar)*

Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mengupayakan agar penyampaian informasi dan juga seluruh hal berkaitan dengan regulasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) supaya akurat tersampaikan hingga ke masyarakat.

Adanya keakuratan akan penyampaian segala macam bentuk informasi serta regulasi berkaitan dengan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat daerah dalam Pilkada Serentak 2024 itu menjadi sangat penting.

Oleh karenanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya agar bagaimana caranya terwujud penyampaian akan informasi dan regulasi mengenai Pilkada bisa akurat ke masyarakat secara langsung.

Terwujudnya sinergitas antara pihak penyelenggara Pilkada dan juga para jurnalis dalam perhelatan kontestasi politik tingkat daerah menjadi penting untuk memastikan agar terjadi transparansi, akuntabilitas dan informasi yang akurat kepada seluruh lapisan elemen masyarakat.

Karena nantinya, pihak penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah dapat memberikan akses yang jauh lebih baik kepada para jurnalis untuk meliput seluruh proses Pilkada Serentak 2024, sementara dari para wartawan itu juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi dengan objektivitas dan akurasi tinggi dalam memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), August Mellaz menilai bahwa penting adanya kerja sama antara media dengan KPU dalam Pilkada Serentak 2024, yang mana kerja sama tersebut mencakup beberapa hal seperti penyediaan informasi yang akurat, transparansi dan kolaborasi dalam sosialisasi hingga pendidikan kepada para pemilih.

Media dapat memainkan peran kritis dalam menyampaikan informasi mengenai Pemilihan Kepala Daerah, termasuk peraturan, calon dan proses pemungutan suara kepada masyarakat. Kemudian peranan dari KPU sendiri dapat memberikan akses lebih lanjut pada media untuk meliput kegiatan yang berkaitan dengan Pilkada serta memberikan klarifikasi ketika perlu.

Kolaborasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman publik dan sekaligus meningkatkan partisipasi dalam proses demokrasi. Selain itu, dengan adanya kerja sama yang baik, maka akan mendukung terwujudnya salah satu esensi demokrasi, yakni Pilkada yang langsung, umum bebas, rahasia, jujur dan adil (luber dan jurdil).

Seluruh upaya dari KPU tersebut kemudian mendatangkan apresiasi karena mampu mewujudkan insan pers yang berintegritas dan pada akhirnya dapat berkontribusi secara positif menciptakan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 yang berkualitas.

Bukan hanya dari pusat, namun semangat tersebut terus menjalar hingga ke seluruh insan Komisi Pemilihan Umum di daerah. Salah satunya, yakni KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang berupaya untuk mengembangkan kehumasan pada proses Pilkada Serentaj 2024.

Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono menuturkan bahwa upaya peningkatan kinerja kehumasan di Komisi Pemilihan Umum Kota atau Kabupaten seluruh wilayah tersebut agar menjadikan humas selaku lembaga publik bisa berperan dalam menyampaikan informasi maupun seluruh regulasi yang akurat kepada masyarakat.

Sehingga jangan sampai nantinya ada pemberitaan yang muncul dan seharusnya menjadi panduan atau pegangan penting bagi masyarakat namun justru tidak terpublikasikan. Menjelang Pilkada Serentak 2024 ini, terdapat beberapa isu strategis maupun kebijakan teknis yang harus bisa tersampaikan ke publik secara luas.

Hal tersebut berguna untuk semakin menekan dan meminimalisasi kemungkinan atau potensi terjadinya problematika ketika tahapan Pilkada sedang berjalan. Sehingga secara teknis dengan demikian, sudah bisa memitigasi tahapan pencalonan, kampanye sampai rekapitulasi.

Setiap menjelang Pemilihan Kepala Daerah jelas terdapat beberapa titik krusial yang penting untuk ditekankan kepada masyarakat. Oleh karena itu, humas harus memiliki kapasitas untuk menjembatani sebuah informasi.

Beberapa dari informasi yang penting untuk tersampaikan seperti syarat melakukan kampanye, kemudian syarat pindah memilih, proses rekapitulasi dan jika misalnya terjadi sengketa maka harus seperti apa. Pihak humas KPU pada prinsipnya harus menyampaikan informasi yang menjadi jembatan antara pelaksana Pilkada dengan masyarakat.

Tidak hanya di Jawa Tengah, namun Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) juga menggelar media gathering untuk memperkuat koordinasi dengan awak media menjelang Pilkada Serentak 2024.

Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai sarana silaturahim sekaligus meningkatkan koordinasi dan menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan media, yang mana harapannya turut menyosialisasikan seluruh tahapan Pilkada secara akurat ke masyarakat.

Peran media menjadi sangat penting dalam menyukseskan gelaran pesta demokrasi tingkat daerah. Sehingga hendaknya turut menyosialisasikan kepada masyarakat tentang setiap tahapan Pilkada, utamanya dalam rangka menjaga hak pilih masyarakat dengan target akhir yakni peningkatan partisipasi pemilih.

Selain itu, media juga bisa membantu mengedukasi masyarakat terkait bagaimana caranya menggunakan hak pilih, memilih pemimpin dengan cerdas dan bijak serta mengedukasi masyarakat bahwa sebagai pemilih artinya ikut andil dan bertanggung jawab terhadap pembangunan daerah di masa depan.

KPU terus mengupayakan segala hal berkaitan dengan penyampaian informasi dan juga semua regulasi yang terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 bisa akurat secara langsung sampai kepada masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Sediakan Solusi Pendidikan Inklusif bagi Kemajuan Bangsa Lewat AMN

 Oleh: Olivia Warouw )*

Pemerintah Republik Indonesia melalui inisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) menyediakan solusi konkret dengan adanya pendidikan secara inklusif bagi kemajuan bangsa lewat pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN).

Keberadaan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) memang merupakan salah satu program strategis dalam rangka untuk menyediakan pendidikan secara inklusif bagi para penerus generasi bangsa agar mereka turut bersumbangsih secara aktif untuk kemajuan negara.

Karena dengan adanya Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), di sana tidak hanya dihuni oleh para mahasiswa dari satu kelompok atau latar belakang saja, melainkan seluruh pemuda dari berbagai macam golongan, suku, ras, budaya dan agama serta beragam perguruan tinggi. Seluruhnya tinggal dalam satu atap yang sama untuk belajar dan menjalani pendidikan secara inklusif.

Menurut Staf Khusus (Stafsus) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo bahwa AMN tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal semata, namun juga sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan para mahasiswa yang tinggal di sana.

Lebih lanjut, para generasi muda tersebut akan bisa mempelajari banyak sekali hal seperti retorika, berorganisasi, membangun argumentasi hingga melakukan opini secara publik. Oleh karena itu, Asrama Mahasiswa Nusantara tidak hanya menjadi tempat istirahat saja akan tetapi juga para generasi muda itu bisa berkegiatan untuk semakin memperkaya wawasan mereka.

Sampai saat ini, pembangunan AMN tersebut memang sudah sangat ideal karena tidak hanya diisi oleh mahasiswa dari beragam latar belakang sehingga mewujudkan pendidikan inklusif benar-benar terjadi, yang mana paradigma tersebut sebenarnya saat ini sangat Indonesia butuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mudanya.

Bukan tanpa alasan, pasalnya untuk membangun Indonesia yang memiliki karakter masyarakat sangat majemuk seperti ini, jelas adanya kolaborasi berbagai pihak anak bangsa melalui pendidikan yang bercirikan inklusif akan sangat berguna untuk kualitas SDM yang berkarakter.

Karena sangat pentingnya keberadaan AMN, maka program tersebut mendatangkan banyak sekali dukungan, termasuk dari Penjabat (Pj) Bupati Minahasa, Jemmy Kumendong yang menilai bahwa Asrama Mahasiswa Nusantara itu mendatangkan banyak sekali manfaat bagi para mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi.

Di sisi lain, karena betapa pentingnya pendidikan inklusif, Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan modul pelatihan berjenjang tentang pendidikan inklusif untuk seluruh guru di Indonesia, yang mana modul tersebut juga bisa diakses melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani mengatakan bahwa modul pelatihan itu dapat para guru pelajari secara mandiri dan bersama-sama beserta kepala sekolah dan pengawas sekolah atau penilik di seluruh Indonesia.

Adanya pelatihan berjenjang tentang pendidikan inklusif melalui modul pembelajaran juga dapat diakses di PMM, yang mana modulnya sendiri terbagi atas 3 tingkatan yakni dasar, lanjut dan mahir.

Harapan besar dengan adanya modul pendidikan inklusif itu menjadikan seluruh guru di Indonesia mau belajar agar dapat membantu mewujudkan ekosistem satuan pendidikan yang aman, ramah dan menyenangkan bagi para peserta didik.

Selaras dengan AMN, dalam modul pendidikan inklusif tersebut, yakni pada tingkat dasar, pertama adalah mempelajari mengenai keragaman peserta didik, sehingga mengajak kepada semua pendidik untuk bisa memahami dan menghargai keragaman yang ada di dalam kelas mereka.

Kemudian untuk modul kedua, yakni topiknya rentang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, yang akan menjadikan para pendidikan dapat merespon kebutuhan semua peserta didiknya tanpa terkecuali dan adanya pengelolaan kelas yang berpusat pada semua peserta didik.

Selanjutnya, untuk topik ketiga yakni adanya kolaborasi para pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah dan menyenangkan. Dengan adanya modul pendidikan inklusif itu, pemerintah berharap agar dapat menghasilkan para pendidik yang memiliki keluasan hati sehingga dapat mewujudkan pembelajaran dan pendidikan yang nyaman bagi generasi penerus bangsa.

Dengan adanya kolaborasi bersama semua pihak itu, mampu mewujudkan visi untuk memajukan bangsa sehingga ke depannya akan juga mempersiapkan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Pendidikan inklusif dapat menciptakan suatu lingkungan akademik yang lebih fleksibel dan mendukung penuh para mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk terus berkembang tanpa harus memaksa atau menjadikan mereka agar ikut dengan budaya lain dan meninggalkan identitas aslinya.

Tidak hanya itu, namun dengan adanya pendidikan inklusif juga semakin memperkuat nilai-nilai kesetaraan, keadilan dan saling menghormati dalam tatanan generasi muda bangsa, sehingga mereka nantinya sudah terbiasa ketika terjun ke masyarakat dan menghadapi keberagaman yang ada.

Solusi konkret bagi terwujudnya pendidikan secara inklusif sudah pemerintah sediakan melalui inisiasi dari Badan Intelijen Negara (BIN), agar semakin mendorong kemajuan bangsa dan negara, yakni lewat adanya pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN). Langkah ini perlu mendapat apresiasi semua pihak sebagai wujud komitmen negara dalam memajukan masyarakat.

)* Mahasiswa Manado Tinggal di Jakarta

Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Radikalisme di Kalangan Aparatur Negara

 Oleh : Haikal Fathan Akbar )*

Penyebaran radikalisme dapat menyasar semua golongan termasuk Aparatur Negara baik TNI, Polri, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pegawai BUMN. Dengan adanya kewaspadaan ini, maka penyebaran radikalisme dapat dicegah dan pelayanan terhadap masyarakat dapat terus optimal.

Dengan adanya kerja keras dari aparat keamanan tersebut, terbukti berhasil melakukan pendeteksian secara dini dan juga menangkal penyebaran radikalisme yang tentunya sangat berbahaya bagi keberlangsungan bangsa dan negara bila terjadi pembiaran begitu saja.

Terlebih, apabila justru penyebaran paham radikalisme tersebut sampai menyeret dan menyebabkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seharusnya mengabdi bagi bangsa dan negara namun justru ikut terafiliasi dan menjadi simpatisan kelompok radikal.

Tentu apabila justru ASN yang menjadi representasi negara di tengah masyarakat malah ikut terafiliasi oleh kelompok radikal, maka hal tersebut jelas sangat mengancam dan membahayakan keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah koordinasi intens dalam rangka menggelar operasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun dan Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jambi Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil mengungkap adanya afiliasi anggota ASN dengan kelompok radikal, yakni Negara Islam Indonesia (NII).

Tidak hanya itu saja, namun penelusuran tersebut juga mengungkap bahwa terdapat sebanyak 30 orang warga setempat turut terafiliasi dengan kelompok radikal pengancam kedaulatan negara itu.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sarolangun, Hudri menyatakan bahwa memang terdapat sebanyak 30 orang warga yang terafiliasi dengan gerakan kelompok radikal tersebut.

Mengetahui hal itu, kemudian pihak Forkopimda berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk meminta seluruh warga itu agar mereka kembali dan menyatakan ikrar setianya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Memang sangat penting adanya upaya sosialisasi secara persuasif untuk mengimbau seluruh warga, bahkan termasuk anggota ASN itu yang terafiliasi dengan NII agar mereka bisa kembali ke pangkuan Bumi Pertiwi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Batanghari, Zamhuri menuturkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Densus 88 dan dinas terkait untuk segera melakukan pemanggilan kepada oknum anggota ASN terafiliasi kelompok radikal itu serta berupaya untuk melakukan pendekatan.

Dalam upaya memerangi dan memutus mata rantai penyebaran paham radikalisme, aparat keamanan juga melakukan pemeriksaan pada sejumlah ASN di Kabupaten Tebo dan Kabupaten Muarojambi.

Pemerintah akan memberikan pembinaan dengan intensif kepada para oknum anggota Aparatur Sipil Negara yang terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia tersebut agar mereka bisa kembali sadar dan bersumpah setia lagi pada NKRI. Pemanggilan kepada para oknum ASN terafiliasi NII juga telah terjadi, dan dari hasil pembicaraan, mereka bersepakat untuk kembali mengakui kedaulatan negeri.

Berkat Operasi Klandestin dari Densus 88 AT Polri, maka aparat keamanan dan pemerintah berhasil terus mengungkap sel-sel terorisme bahkan di kalangan ASN. Karena hendaknya para pelayan publik itu mampu menunjukkan wajah dan contoh sikap yang baik dengan tidak sama sekali ikut ke dalam pergerakan ataupun kelompok radikal.

Semua anggota Aparatur Sipil Negara yang bekerja di bawah instansi apapun, seharusnya mereka terus mewaspadai adanya penyebaran kelompok radikal dan bagaimana pintarnya mereka dalam memainkan narasi hingga isu propaganda untuk menarik simpatisan dan menambah daftar anggota.

Kelompok radikal sangat berbahaya karena mereka berpotensi besar bermuara pada aksi terorisme dan terus menunjukkan perbuatan intoleransi di lingkungan sekitarnya. Karena apabila paham tersebut sekali menyebar dan masuk ke suatu lingkungan, termasuk wilayah kerja, maka dia akan terus tersebar luas seperti halnya virus yang sangat berbahaya.

Menurut Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Mayjen TNI) Roedy Widodo berpesan kepada seluruh ASN untuk benar-benar waspada dan mengenali betapa berbahayanya radikalisme.

Pemikiran bahwa paham radikal dan intoleran itu sangat berbahaya memang harus mampu terpatri ke dalam benak sanubari dan hati masing-masing individu bahkan termasuk harus tertanam ke seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali sehingga mata rantai penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa itu bisa terputus.

Pembentukan pemahaman sejak awal bahwa radikalisme dan intoleransi adalah sangat berbahaya jelas menjadi penting, karena survei menunjukkan bahwa terdapat sekitar 30 persen masyarakat ternyata sudah terpapar oleh virus itu, baik secara pasif ataupun aktif, dan sebanyak 5 persen bahkan sudah aktif di sana.

Dukungan penuh dari lintas sektor, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, seluruh lembaga dan kementerian di berbagai tingkatan hingga masyarakat menjadi sangat penting kepada aparat keamanan agar mewujudkan kelancaran dalam pendeteksian dini sampai penangkalan penyebaran paham radikalisme di kalangan ASN.

)* Penulis adalah kontributor Vimedia Pratama Institute

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global

 Oleh: Dewi Pohan*

Kebijakan ekonomi Pemerintah Republik Indonesia (RI) sudah sangat tepat lantaran mampu terus menjaga stabilitas dan juga pertumbuhan sektor perekonomian meski sejatinya di tengah terjadinya serba ketidakpastian global saat ini.

Meski dunia sedang mengalami ketidakpastian ekonomi global, namun nyatanya Indonesia tetap mampu terus menjaga stabilitas bahkan pertumbuhan perekonomiannya. Tentu hal itu berkat adanya kebijakan ekonomi dari Pemerintah RI dengan pendekatan dan juga analisa yang sangat tepat.

Karena apabila pemerintah kurang tepat dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan ekonomi nasional, tentunya kondisi perekonomian bangsa Indonesia tidak akan sekuat dan setangguh hari ini, yang mana tetap terus tahan di tengah badai ketidakpastian global sehingga justru tetap stabil dan bertumbuh.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 16 dan 17 Juli 2024 memutuskan untuk terus mempertahankan BI rate di angka 6,25 persen, kemudian juga tidak mengubah suku bunga deposit facility 5,50 persen dan suku bunga lending facility 7 persen.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar mengungkapkan bahwa adanya kebijakan tersebut bertujuan untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global yang terus terjadi hari ini. Selain itu, juga menjadikan neraca perdagangan Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ekspor negeri ini juga terjadi surplus dengan pertumbuhan yang semakin positif.

Banyak pihak terus memproyeksikan bahwa perekonomian dunia masih akan terus berada di bawah tren jangka panjang dengan adanya downside risks seperti tensi geopolitik, fragmentasi geoekonomi, penguatan Dollar Amerika Serikat (AS), suku bunga tingi di negara maju dan juga pengetatan fiskal di negara maju.

Meski terjadi ketidakpastian global tersebut, namun nyatanya sama sekali tidak memberikan tekanan yang signifikan apapun terhadap perekonomian domestik. Terbukti bahwa justru ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh di atas ekspektasi pasar.

Pada Triwulan pertama tahun 2024, perekonomian nasional dapat tumbuh di angka 5,11 persen secara tahunan (yoy), yang mana angka tersebut lebih tinggi berbanding dengan pada Triwulan pertama tahun 2023 dan juga Triwulan keempat 2023 yang masing-masing hanya pada angka 5,04 persen.

Tidak cukup sampai di sana, namun penilaian dari berbagai lembaga rating internasional pun memberikan assesmen yang positif bahwa ketahanan ekonomi di Indonesia tetap terus terjaga dengan dukungan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Bank Dunia (World Bank) baru saja telah menaikkan growth forecast Indonesia pada tahun 2024 dari yang sebelumnya adalah 4,9 persen manjadi 5,0 persen dan untuk tahun 2025 mendatang dari sebelumnya 4,9 persen menjadi 5,1 persen.

Di tengah berlangsungnya perekonomian dunia yang terus mengalami tekanan inflasi tinggi, inflasi di Indonesia juga terus terjaga dalam rentang target sasaran berada di bawah angka 3 persen.

Lebih lanjut, sektor riil bangsa ini juga menunjukkan prospek ekonomi yang baik serta dengan adanya aktivitas industri dan konsumsi Indonesia yang masih terjaga dengan baik. Level PMI Manufaktur Tanah Air tetap terjaga di level ekspansif selama 33 bulan berturut, serta adanya Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap tinggi dan Indeks Penjualan Riil tetap tumbuh.

Sektor eksternal Indonesia tetap kuat dan buffer terhadap tekanan global yang sedemikian rupa ini. Neraca Perdagangan bangsa pada bulan Mei 2024 tetap mengalami surplus di angka 2,93 miliar Dollar AS dan surolus itu bahkan sudah selama 49 bulan beruntun.

Pada sektor keuangan yang berperan sebagai intermediasi penunjang fundamental ekonomi juga memperlihatkan pertumbuhan kredit perbankan tahun 2024 berada di atas 11 persen dan mampu melebihi realisasi sekitar 9 hingga 10 persen di tahun 2023.

Kredit Investasi dan Modal Kerja juga terus mengalami pertumbuhan serta Realisasi Investasi pada bulan Januari hingga Maret 2024 mengalami kenaikan sebesar 22,1 persen secara tahunan dan mencapai Rp 401,5 triliun.

Pemerintah RI melalui Bank Indonesia telah melakukan intervensi untuk terus menjaga nilai tukar melalui likuiditas valas, cadangan devisa dan BI rate. Berbanding dengan negara lain, trnyata real yield Indonesia menarik serta dengan adanya risiko yang moderat.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa seluruh upaya pemerintah itu merupakan orkestrasi dalam rangka memberikan kejelasan dari proses transisi, utamanya yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun 2025 diperkirakan akan berada pada kisaran angka 5,1 hingga 5,5 persen, yang mana adanya pertumbuhan itu utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan perbaikan daya beli masyarakat dan investasi yang juga diperkirakan akan terus meningkat melalui dukungan pemerintah dalam menggalakkan reformasi struktural.

Dengan kata lain, sebenarnya seluruh kebijakan ekonomi yang Pemerintah RI jalankan selama ini sudah sangat tepat, yang mana hal tersebut terbukti dari bagaimana kemampuan bangsa ini untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

*Penulis merupakan tenaga kerja profesional

Keterlibatan Masyarakat Adat Kunci Sukses Pembangunan Papua

 Oleh: Loa Murib

Pembangunan di Papua telah menjadi fokus utama pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi ketimpangan wilayah dan mempercepat kemajuan di kawasan timur negara ini. Salah satu aspek yang sering kali diabaikan namun sangat krusial adalah keterlibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan. Masyarakat adat Papua memiliki kearifan lokal dan pengetahuan yang tak ternilai tentang lingkungan mereka, yang dapat menjadi aset besar dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa rencana pembangunan Papua harus melibatkan masyarakat adat, terutama kepala-kepala suku. Langkah ini diperlukan untuk menghindari kebijakan yang berdampak negatif terhadap penghidupan masyarakat adat Papua. Dengan keterlibatan aktif masyarakat adat, kebijakan pembangunan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi lokal, sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Papua. Keterlibatan ini juga memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program pembangunan di Papua
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, menekankan pentingnya pelibatan masyarakat adat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Keterlibatan ini dapat memperkecil ketimpangan distribusi pendapatan dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar-wilayah.

Menurut Paiman, pendekatan yang melibatkan masyarakat adat dapat menurunkan tingkat kemiskinan secara lebih efektif dan menyerap banyak tenaga kerja melalui perluasan skala ekonomi dan akses terhadap aset perekonomian. Dengan demikian, pembangunan yang berbasis kearifan lokal bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat tetapi juga memastikan keberlanjutan proyek-proyek pembangunan.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Wamena menjadi momen penting untuk merefleksikan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019–2024. Paiman Raharjo mengajak seluruh pihak terkait untuk menjadikan hasil Rakornas sebagai landasan dalam menyusun RPJMN 2025-2029 yang lebih inklusif dan afirmatif. Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang didasarkan pada keterlibatan masyarakat adat dapat mengarah pada pemenuhan dan peningkatan akses layanan dasar, penguatan ekonomi lokal, inovasi, serta pemerataan penyediaan infrastruktur dasar di Papua.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menegaskan pentingnya peran tokoh adat dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal. Tokoh adat berperan sebagai penjaga dan penegak nilai serta norma yang dapat mengonsolidasi masyarakat dan mendukung program-program pembangunan. Majelis Rakyat Papua, misalnya, menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan yang didasarkan pada adat budaya dapat menjadi solusi terbaik bagi percepatan pembangunan di Papua.

Tokoh adat memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika sosial dan budaya setempat, yang dapat digunakan untuk merancang strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran. Mereka juga mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga program-program pembangunan dapat diterima dan didukung oleh masyarakat adat.

Pembangunan yang sukses membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Mendes Halim menekankan bahwa strategi pembangunan harus mampu mengoptimalkan peran kedua pihak. Pemerintah bertanggung jawab menyediakan kerangka kebijakan dan sumber daya yang diperlukan, sementara masyarakat, termasuk masyarakat adat, memainkan peran aktif dalam implementasi dan pengawasan proyek-proyek pembangunan.
Pembangunan daerah tertinggal membutuhkan pendekatan yang objektif dan tepat sasaran untuk memastikan efisiensi pembiayaan dan efektivitas hasil. Dengan melibatkan masyarakat adat dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan, pemerintah dapat memastikan bahwa pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan dan aspirasi lokal.

Visi Indonesia Sentris yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo bertujuan untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan di seluruh pelosok Indonesia, termasuk Papua. Keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan sangat selaras dengan visi ini. Mendes Halim berharap pemerintah mendatang dapat menuntaskan masalah ketertinggalan wilayah dan sumber daya manusia di Indonesia Timur. Dengan demikian, kebijakan pemerintah dapat dirasakan kehadirannya oleh seluruh masyarakat Indonesia, melampaui batas Pulau Jawa dan mencakup seluruh wilayah pinggiran Indonesia.

Keberlanjutan pembangunan Papua membutuhkan langkah-langkah strategis yang didasarkan pada kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat lokal. Peningkatan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi lokal melalui inovasi dan diversifikasi usaha, harus menjadi prioritas utama. Selain itu, penyediaan infrastruktur dasar yang merata dan memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas dan aksesibilitas masyarakat Papua.

Keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan Papua bukan hanya penting, tetapi juga krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan kearifan adat, serta melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, percepatan pembangunan daerah tertinggal di Papua dapat diwujudkan. Visi Indonesia Sentris yang mencakup seluruh pelosok negeri harus terus didorong agar keadilan, kesejahteraan, dan pemerataan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Papua. Hanya dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal, pembangunan Papua dapat mencapai kesuksesan yang berkelanjutan.

*Penulis Adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Sabtu, 27 Juli 2024

Mendukung Tindakan Tegas Aparat Keamanan Redam Aksi Teror OPM

 


Oleh : Antonius Samba


Papua telah lama menghadapi konflik yang melibatkan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok ini, yang mengklaim berjuang untuk kemerdekaan Papua dari Indonesia, sering kali melakukan tindakan kekerasan dan teror yang menimbulkan ketidakstabilan serta ketakutan di kalangan masyarakat. Di tengah situasi ini, tindakan tegas aparat keamanan menjadi sangat krusial untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.

Konflik di Papua bukanlah hal yang baru. Sejak integrasi Papua ke Indonesia pada tahun 1969 melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), ketidakpuasan dan perlawanan dari sebagian penduduk Papua terus terjadi. OPM, sebagai salah satu kelompok yang paling vokal dan militan, telah melancarkan berbagai serangan terhadap aparat keamanan dan infrastruktur penting di Papua.

Serangan-serangan ini tidak hanya menargetkan militer, tetapi juga warga sipil, pekerja konstruksi, dan bahkan tenaga medis. Hal ini tentu saja menimbulkan trauma dan ketakutan yang mendalam di kalangan masyarakat, serta menghambat pembangunan di wilayah yang sebenarnya sangat membutuhkan perhatian dan investasi.

DPR menyoroti peristiwa yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang makin masif belakangan ini. Mulai dari penyerangan terhadap anggota TNI hingga pembakaran sekolah.

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan penting untuk personel TNI-Polri memastikan keamanan dan kondusivitas di Puncak Jaya, pasca terjadinya kerusuhan. Pihaknya juga mendorong optimalisasi kolaborasi dan kekompakan personel TNI/Polri dalam menyelesaikan konflik di Papua.

Aksi pembakaran gedung SMP Negeri di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pekan lalu, politikus dari Fraksi PDIP menyatakan aksi pembakaran sekolah itu, tidak dapat ditoleransi karena mengganggu hak anak dalam memperoleh pendidikan.

Dalam menghadapi ancaman teror dari OPM, aparat keamanan memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas. Tindakan tegas yang diambil oleh aparat keamanan sering kali menjadi sorotan dan menuai pro dan kontra. Namun, perlu diakui bahwa tanpa tindakan tegas, kekacauan dan ketakutan yang disebabkan oleh OPM bisa semakin meluas dan membahayakan banyak nyawa.

Terkait aksi pembakaran gedung SMP Negeri di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pekan lalu, politikus dari Fraksi PDIP, Agustina Wilujeng ditolermengatakan aksi pembakaran sekolah itu, tidak dapat ditoleransi karena mengganggu hak anak dalam memperoleh pendidikan.

Aparat keamanan telah melakukan berbagai operasi untuk menangkap dan menindak anggota OPM yang terlibat dalam aksi teror. Operasi ini sering kali melibatkan pengejaran di daerah-daerah terpencil dan berbahaya. Penangkapan ini tidak hanya bertujuan untuk menghentikan aksi teror, tetapi juga untuk mengumpulkan informasi penting mengenai jaringan OPM dan rencana mereka di masa depan.

Salah satu target utama serangan OPM adalah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan proyek pembangunan lainnya. Aparat keamanan perlu melakukan pengamanan ekstra terhadap proyek-proyek ini untuk memastikan pembangunan dapat terus berjalan tanpa gangguan. Pengamanan ini juga mencakup perlindungan terhadap tenaga kerja yang sering kali menjadi target kekerasan.

Selain penindakan langsung, penegakan hukum yang adil terhadap anggota OPM yang tertangkap juga sangat penting. Proses hukum yang transparan dan adil akan menunjukkan bahwa tindakan tegas yang diambil bukanlah bentuk balas dendam, melainkan upaya untuk menegakkan keadilan dan hukum. Hal ini juga bisa memberikan pesan kuat bahwa tindakan teror tidak akan ditoleransi dan pelakunya akan mendapat hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dengan adanya tindakan tegas dari aparat keamanan, rasa aman di kalangan masyarakat Papua diharapkan dapat meningkat. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketakutan dan ancaman terus-menerus, dapat mulai merasa lebih tenang dan percaya bahwa keamanan mereka dijaga dengan baik.

Keamanan adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi investasi dan pembangunan. Dengan situasi yang lebih stabil, investor akan lebih percaya untuk menanamkan modal di Papua. Pembangunan infrastruktur yang berjalan lancar juga akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian lokal.

Tindakan tegas yang konsisten bisa membuat OPM berpikir dua kali sebelum melakukan serangan. Dengan menekan aktivitas kelompok tersebut, diharapkan kekuatan dan pengaruh OPM dapat berkurang, sehingga tercipta kondisi yang lebih kondusif untuk dialog dan penyelesaian konflik secara damai.

Salah satu tantangan terbesar dalam tindakan tegas aparat keamanan adalah tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Operasi militer sering kali disorot oleh media dan organisasi HAM, yang mengkhawatirkan adanya pelanggaran hak-hak warga sipil. Untuk mengatasi hal ini, aparat keamanan perlu memastikan setiap operasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang menghormati HAM dan hukum internasional.

Mendukung tindakan tegas aparat keamanan dalam meredam aksi teror OPM adalah langkah yang penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Papua. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, tindakan tegas yang diambil dengan menghormati hukum dan HAM dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Selain meningkatkan rasa aman di masyarakat, tindakan ini juga dapat mendorong pembangunan dan mengurangi aktivitas teror OPM.

Dengan demikian, dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa tindakan tegas ini tidak hanya berhasil mengatasi ancaman teror, tetapi juga membawa perdamaian dan kesejahteraan yang berkelanjutan di Papua.

)* OAP tinggal di Yogyakarta




Apresiasi Elemen Masyarakat Mendukung Terwujudnya Pilkada Damai


Oleh: Silvia AP )*

 

 

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah momen penting dalam kehidupan demokrasi suatu negara. Di Indonesia, Pilkada menjadi salah satu ajang penentu dalam memilih pemimpin demi keberlanjutan pembangunan di daerah. Pilkada yang damai dan tertib merupakan harapan bersama demi terciptanya stabilitas politik dan sosial yang kondusif.

 

Untuk menciptakan situasi damai dan  kondusif ini tentu harus didukung seluruh pihak. Kondisi yang damai dalam pemilihan akan menentukan kualitas dan hasil, sehingga masyarakat tidak dihadapkan pada intervensi dalam menentukan pilihannya. Pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada juga harus disatukan, termasuk pelibatan elemen masyarakat yang memiliki andil besar dalam menjaga kondusifitas wilayah.

 

Elemen masyarakat terdiri dari berbagai kelompok dan individu yang memiliki peran dan kontribusi signifikan dalam proses Pilkada. Elemen-elemen ini meliputi tokoh masyarakat, pemimpin agama, organisasi masyarakat sipil, media, dan warga negara pada umumnya.

 

Kehadiran tokoh masyarakat dan pemimpin agama dalam mengelaborasi Pilkada damai sangat diharapkan karena memegang peranan penting dalam menjaga situasi kondusif selama pelaksanaan Pilkada.

 

Dengan pengaruh yang dimiliki, tokoh masyarakat dan pemimpin agama mampu menggerakkan massa untuk mengikuti proses Pilkada dengan tertib dan damai. Seruan dan ajakan dari tokoh masyarakat, tokoh agama untuk menciptakan situasi kondusif memiliki dampak yang besar terhadap perilaku pemilih dan pendukung calon sehingga upaya tersebut harus terus digelorakan agar masyarakat memiliki informasi yang komprehensif dalam melihat isu-isu Pilkada.  

 

Tokoh agama, tokoh masyarakat menjadi panutan banyak orang, harus lebih aktif mengadakan pertemuan dan dialog dengan berbagai pihak untuk meredam potensi konflik yang mungkin timbul. Termasuk di dalamnya juga harus mampu berperan sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa yang muncul selama proses Pilkada, dan bukan sebaliknya menjadi provokator. Selain itu, perlu menekankan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan persaudaraan di tengah masyarakat, sehingga suasana menjelang, selama, dan setelah Pilkada tetap kondusif.

 

Pihak lain yang harus turut andil dalam menjaga situasi kondusif adalah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Peran mereka dalam memberikan kontribusi tidak kalah penting dalam mendukung Pilkada damai. OMS sering kali terlibat dalam kegiatan pendidikan pemilih, pengawasan Pemilu, serta kampanye untuk menghindari politik uang dan praktik-praktik kecurangan lainnya. Dengan adanya OMS, masyarakat mendapatkan informasi yang lebih objektif dan edukatif mengenai proses Pilkada dan pentingnya partisipasi yang jujur dan adil.

 

Banyak OMS yang menginisiasi program-program pelatihan bagi pemilih muda, mengajarkan tentang hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta cara-cara memilih yang benar. Selain itu, OMS juga aktif dalam memonitor jalannya Pilkada untuk memastikan tidak adanya kecurangan yang bisa merusak integritas hasil Pemilu dengan bekerja sama dengan penyelenggara Pemilu, kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menciptakan suasana Pilkada yang aman dan transparan.

 

Sejumlah komunitas suku bangsa se-Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru melaksanakan deklarasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang damai dengan komitmen mengedepankan rasa persaudaraan dan persatuan. Komunitas Dayak Kaluwarga Borneo (DKB) Kota Banjarbaru, Salam SH MH mengatakan berbeda pilihan sangat diperbolehkan dan sah, namun tetap perlu menjaga persaudaraan. Pihaknya pun berharap seluruh masyarakat Kalsel dengan beragam latar belakang suku bisa menjaga persatuan, sehingga daerah ini tetap terjaga kondusif.

 

Acara deklarasi ini diinisiasi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto yang mengajak semua suku bangsa dapat mendukung pelaksanaan Pilkada aman dan damai, tanpa adanya gesekkan yang dapat mengakibatkan terganggunya situasi keamanan menjelang dan setelah Pilkada.

 

Kapolda mengingatkan pula agar masyarakat tidak mudah terpecah belah akibat perbedaan pilihan politik di Pilkada nanti. Kapolda juga mengimbau setiap permasalahan berkaitan Pilkada dapat mengedepankan peran penyelenggara pemilihan dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

 

Di sisi lain, sekelompok pedagang udang di Sidoarjo turut mendeklarasikan Pilkada Jatim 2024 yang aman dan damai. Sebanyak 75 pedagang udang turut serta dalam deklarasi tersebut. Ketua Asosiasi Pedagang Udang Wilayah Jatim di Sidoarjo,  Mahmudi mengatakan deklarasi atau pernyataan sikap itu didasari adanya keinginan dari para pedagang dan masyarakat.

 

Mahmudi menegaskan bahwa pelaku usaha bidang peternakan dan penjualan udang berharap situasi keamanan yang kondusif demi peningkatan perekonomian di Jatim. Mahmudi menjelaskan pada pelaksanaan Pilkada Jatim 2024 nanti masyarakat bebas memilih pemimpin. Mulai dari tingkat provinsi hingga Kabupaten atau Kota. Namun, harus tetap menjaga Kamtibmas tetap kondusif.

 

Pihaknya berharap, siapa pun yang terpilih dalam pelaksanaan Pilkada Jatim 2024, semua elemen masyarakat harus mendukung dan bisa bekerja sama. Menurutnya, siapapun yang terpilih pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan wilayahnya dan menyejahterakan masyarakat. Mahmudi juga berpesan agar publik lebih bijak dalam menyikapi pemberitaan yang beredar di media massa maupun media sosial.

 

Terakhir, Asosiasi Pedagang Udang Jatim siap mendukung pelaksanaan Pilkada Jatim 2024 berjalan aman dan damai guna meningkatkan perekonomian Jatim. Asosisasi tersebut siap menolak dan melawan segala bentuk perpecahan dan berita hoaks menjelang Pilkada serentak tahun 2024 di Provinsi Jatim.

 

Pilkada damai adalah cerminan dari kedewasaan demokrasi suatu bangsa. Terwujudnya Pilkada damai tidak terlepas dari peran aktif dan kontribusi berbagai elemen masyarakat. Tokoh masyarakat, pemimpin agama, organisasi masyarakat sipil, media, dan warga negara memiliki peran yang berbeda-beda namun saling melengkapi dalam menjaga stabilitas dan kedamaian selama Pilkada.

 

Kolaborasi dan sinergi antara elemen-elemen ini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan Pilkada yang damai dan adil. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat, kita semua berharap bahwa setiap Pilkada dapat berlangsung dengan damai dan tertib, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kehendak rakyat dan dapat membawa daerah ke arah yang lebih baik.

 

)* Penulis adalah Tim Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ideas

Peran Aktif Media Massa Sukseskan Pilkada Serentak 2024

 

Oleh : Sabrina Aulia )*

 

Dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, media massa menjadi garda terdepan karena perannya yang krusial dalam memberikan informasi yang akurat, independent, dan mendidik kepada publik. Peran media massa menjadi semakin penting dalam menghadapi Pilkada 2024 yang diprediksi akan berlangsung dengan dinamika politik yang kompleks.

Melihat dari fungsi media massa yakni sebagai saluran utama bagi publik untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan politik, program kerja calon kepala daerah, dan proses Pilkada secara keseluruhan. Informasi yang disajikan oleh media massa membantu masyarakat untuk membuat keputusan yang tepat dan rasional dalam memilih calon pemimpin mereka.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Midi Siswoko media merupakan salah satu yang ikut berperan aktif pada kesuksesan Pilkada karena dapat menyejukkan dan menangkal informasi hoax maupun kampanye hitam (Black Campaign) yang berkembang pesat di media sosial.

Kampanye hitam merupakan ancaman serius bagi proses demokrasi yang sehat dan integritas pemilihan umum. Beberapa dampak negatif dari kampanye hitam antara lain merusak reputasi, memicu ketegangan sosial, mengganggu keterbukaan informasi.

Untuk itu, Kapolda juga meminta awak media agar bisa menghadirkan pemberitaan positif terkait Pilkada sehingga pelaksanaan Pikada di Maluku Utara dapat terselenggara degan aman, jujur dan adil tanpa ada gangguan apapun.

Informasi hoax yang sengaja disebarkan melalui media sosial baik Facebook maupun lainnya tersebut, menjadi tantangan dalam penyelenggara pilkada sehingga peran media massa penting untuk menangkal berita bohong dengan cara menyajikan informasi yang edukatif dan berimbang dari berbagai sumber yang berkompenten.

Sehingga sejak saat itu peran media menjadi sangat penting untuk menyampaikan informasi yang sejuk kepada masyarakat. Pesan yang sejuk dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilkada 2024 serta memberikan pemahaman bahwa berbeda pilihan dalam Pilkada tidak menjadi masalah sehingga rasa saling menghargai perlu dinormalisasi.

Maluku Utara memiliki jejak buruk pada pelaksanaan Pilkada. Untuk itu dirinya berharap agar pelaksanaan Pilkada tahun ini dapat berjalan sukses tanpa ada hambatan apapun. Kapolda dalam kesempatan tersebut juga menjamin kebebasan pers kepada para Jurnalis di Maluku Utara dalam memberikan informasi-informasi terkait pelaksanaan Pilkada 2024 sesuai dengan fakta yang ada.

Pihak penyelenggara pemilihan umum juga turut menggandeng media massa untuk membantu meningkatkan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2024 di Kabupaten Parigi Moutong.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Parigi Moutong, Maskar, mengatakan keterlibatan media massa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sangat membantu pihaknya dalam melakukan sosialisasi tahapan Pilkada tahun 2024.

Diterangkan olehnya bahwa penyelenggaraan pemilihan oleh KPU tidak akan sukses tanpa dukungan para pihak. Karena hal tersebut berkaitan dengan partisipasi, sehingga pihak kami membangun kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, media massa dan organisasi masyarakat.

Maskar menyampaikan saat ini, pihak KPU Parigi Moutong sedang melakukan tahapan pencocokan dan juga penelitian atau coklit melibatkan 1.302 petugas pemutakhiran data pemilih atau pantarlih yang berlangsung selama 30 hari yang dimulai dari tanggal 24 Juni hingga 24 Juli 2024 untuk kebutuhan DPT. Selain itu, ada juga tahapan verifikasi terhadap syarat dukungan untuk bakal pasangan calon perseorangan.

Dalam setiap tahapan, pihaknya memasifkan sosialisasi dan edukasi kepada pemilih pada semua segmen pemilih untuk meminimalisir folput pada hari pemungutan suara Pilkada nanti.

Untuk memberikan berita yang informatif dan berimbang, media massa sering melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam Pilkada. Koordinasi ini meliputi berbagai aspek, mulai dari pengumpulan informasi, verifikasi berita, hingga penyebaran informasi kepada publik.

Seperti berkoordinasi dengan KPU untuk mendapatkan informasi resmi terkait jadwal, aturan, dan perkembangan Pilkada. KPU sering mengadakan konferensi pers dan mengeluarkan siaran pers yang kemudian disebarluaskan oleh media massa kepada publik.

Bekerja sama dengan Bawaslu untuk mengawasi jalannya Pilkada. Bawaslu memberikan informasi mengenai potensi pelanggaran dan upaya pencegahan yang dilakukan. Berita mengenai pelanggaran Pilkada sering menjadi sorotan media massa untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam proses Pilkada.

Menggunakan hasil survei dari lembaga-lembaga survei untuk memberikan gambaran mengenai elektabilitas calon kepala daerah. Hasil survei ini menjadi bahan berita yang menarik bagi publik, meskipun media massa juga perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang bias atau tidak akurat.

Media massa juga berkoordinasi dengan tim sukses dan partai politik yang mengusung calon kepala daerah. Informasi mengenai kegiatan kampanye, strategi pemenangan, dan isu-isu yang diangkat oleh masing-masing calon sering kali disampaikan melalui media massa. Selain itu menggandeng masyarakat sipil dan organisasi non pemerintah yang berfokus pada pemantauan pemilu dan pendidikan politik.

Dengan peran yang besar ini, harapannya media massa dapat terus menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi yang memberikan informasi yang akurat, independen, dan edukatif. Publik yang terinformasi dengan baik adalah kunci dari proses demokrasi yang sehat dan transparan, serta menjadi landasan bagi terciptanya pemimpin daerah yang kompeten dan bertanggung jawab.

Dalam menghadapi Pilkada 2024, peran media massa akan terus diuji. Namun, dengan komitmen terhadap etika jurnalistik dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, media massa diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi demokrasi di Indonesia.

 

 

)* Penulis merupakan pengamat politik

 

Pembangunan IKN Era Presiden Jokowi Menarik Minat Investor Asing

  Oleh : M. Ofan Ramadhan )*   Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah menjadi magnet bagi i...