Oleh: Agus Rachmadi
Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya sebagai
tuan rumah penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 dan High Level
Forum On Multi Stakeholders Partnership (HLF-MSP) 2024 di Bali dengan
menyiapkan pengamanan ketat. Forum internasional yang akan berlangsung dari 1
hingga 3 September 2024 ini diharapkan menjadi salah satu acara penting yang
akan memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di Afrika.
Sebagai langkah konkret untuk memastikan kelancaran acara
ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengerahkan ribuan personel
yang tergabung dalam operasi pengamanan terpusat dengan sandi 'Puri Agung II
2024'. Operasi ini dirancang untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama
berlangsungnya dua event internasional tersebut. Pengamanan yang disiapkan oleh
Polri tidak hanya sekadar untuk melindungi para tamu negara, tetapi juga untuk
menjaga citra Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi aman dan nyaman di
mata dunia.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada Selasa,
20 Agustus 2024, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan
bahwa total 4.523 personel akan diterjunkan dalam operasi ini. Pengamanan ini
akan melibatkan personel dari Mabes Polri sebanyak 1.459 orang, Polda Bali
dengan 2.464 orang, serta 300 personel masing-masing dari Polda Jawa Timur
(Jatim) dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengerahan personel dari dua polda
luar Bali ini dilakukan karena Jawa Timur dan NTB dianggap sebagai wilayah
penyangga yang berperan penting dalam mendukung keamanan Bali.
Operasi Puri Agung II 2024 akan digelar mulai 31 Agustus
hingga 4 September 2024, dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Selain
TNI dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Polri juga akan bersinergi
dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memastikan seluruh
rangkaian acara berlangsung aman dan lancar. Sinergi ini diharapkan mampu
menjawab tantangan keamanan dalam event internasional besar seperti IAF dan
HLF-MSP.
Kesiapan pengamanan ini tidak hanya bertumpu pada aparat
keamanan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta.
Kepala Biro Operasi Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Soelistijono, menegaskan
pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama
berlangsungnya acara. Ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersama-sama
menjaga citra Bali sebagai destinasi yang aman, baik di tingkat nasional maupun
internasional. Menurutnya, kepercayaan dunia terhadap Bali sebagai destinasi
aman harus dijaga oleh semua pihak, termasuk masyarakat lokal.
Bali, yang sudah sering menjadi tuan rumah berbagai acara
internasional, kembali diuji dalam hal pengamanan. Soelistijono mengingatkan
bahwa pola pengamanan yang diterapkan dalam acara ini akan mengikuti standar
tinggi yang telah diterapkan dalam event-event sebelumnya, seperti Konferensi
Tingkat Tinggi World Water Forum dan KTT G20. Hal ini menunjukkan betapa
seriusnya pemerintah dalam menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional.
Selain pengamanan, persiapan lainnya juga telah dilakukan
dengan baik. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 58 kepala negara yang diundang
untuk hadir dalam forum ini. Agenda yang akan dibahas dalam IAF dan HLF-MSP
mencakup berbagai isu strategis, seperti transformasi ekonomi, energi,
pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan. Forum ini
diharapkan dapat menjadi wadah bagi terciptanya kolaborasi yang lebih erat
antara Indonesia dan negara-negara Afrika, yang akan berdampak positif pada pembangunan
global.
Dalam penyelenggaraan acara berskala internasional seperti
ini, pemerintah berupaya keras memastikan bahwa semua persiapan berjalan dengan
baik, termasuk dalam hal pengamanan. Polri bertanggung jawab untuk menjaga
situasi tetap kondusif selama acara berlangsung, sehingga para peserta dapat
merasa aman dan nyaman. Hal ini tidak hanya penting bagi kesuksesan acara,
tetapi juga bagi peningkatan citra Indonesia sebagai negara yang mampu
menggelar pertemuan internasional dengan standar keamanan yang tinggi.
Pengamanan yang diterapkan dalam Indonesia-Africa Forum
(IAF) ke-2 dan High Level Forum On Multi Stakeholders Partnership (HLF-MSP)
2024 di Bali adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung
kesuksesan acara tersebut. Dengan mengerahkan ribuan personel dan bersinergi
dengan berbagai instansi, Indonesia siap menunjukkan kepada dunia bahwa Bali
adalah tempat yang aman dan layak menjadi tuan rumah bagi pertemuan
internasional bergengsi.
Sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan mampu memberikan
kesan positif kepada para tamu negara dan delegasi yang hadir. Kesiapan
pengamanan yang sudah diatur dengan baik diharapkan dapat menjaga jalannya
acara tetap aman, lancar, dan tanpa gangguan, sekaligus memperkuat citra
Indonesia sebagai negara yang mampu menyelenggarakan event internasional dengan
sukses.
Selain itu ajakan dari pihak kepolisian kepada masyarakat
Bali untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban patut mendapatkan
apresiasi. Ini menunjukkan bahwa suksesnya penyelenggaraan Indonesia-Africa
Forum dan High Level Forum On Multi Stakeholders Partnership bukan hanya
tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sebagai
tuan rumah yang baik. Bali, sebagai destinasi wisata dunia, kembali diharapkan
dapat membuktikan bahwa selain keindahan alamnya, ia juga merupakan tempat yang
aman untuk menyelenggarakan pertemuan internasional bergengsi.
*) Pengamat isu Keamanan Negara dari Lembaga Indo Gala
Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar