Oleh : Sabrina Aulia )*
Pilkada
adalah proses di mana rakyat memilih pemimpin yang akan membawa perubahan dan
memajukan daerahnya. Namun, Pilkada juga seringkali menjadi ajang yang memunculkan
ketegangan, konflik, dan gesekan antar kelompok. Oleh karena itu, penting bagi
semua pihak untuk berkomitmen menjaga Pilkada tetap damai.
Pilkada
yang damai bukan hanya mencerminkan kedewasaan berdemokrasi, tetapi juga
berkontribusi pada stabilitas politik, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.
Jika Pilkada berjalan dengan damai, maka seluruh proses demokrasi akan berjalan
lebih baik. Konflik yang muncul selama Pilkada dapat menyebabkan kerugian baik
secara material maupun non-material, serta dapat mengancam persatuan dan
kesatuan bangsa.
Pilkada
yang berlangsung damai juga mencerminkan bahwa masyarakat dan para pemimpin
daerah memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap masa depan
daerahnya. Selain itu, suasana yang kondusif selama Pilkada akan mempermudah
proses pembangunan dan pencapaian tujuan bersama dalam memperbaiki
kesejahteraan masyarakat.
Ketua
Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sekadau, Abang Iwandi
mengatakan, sosialisasi dan deklarasi Pilkada damai ini bertujuan untuk
mengingatkan kembali kepada para kepala desa dan perangkat desa terkait aturan
dan batasan bagi Kades dan perangkat desa dalam menjaga netralitas pada Pilkada
Tahun 2024.
Sosialisasi
dan deklarasi dengan tema penguatan Netralitas Kepala Desa dan Perangkat Desa
ini guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran pada Pilkada Tahun 2024. Oleh
sebab itu, sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan pembacaan dan
penandatangan ikrar netralitas oleh ratusan kepala desa dan perangkat desa.
Pemerintah
daerah memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan suasana Pilkada yang
damai. Pilkada damai harus disosialisasikan kepada masyarakat maupun kontestan
harus berkompetisi secara sehat dan sportif, serta menjauhi praktik politik
uang, kampanye hitam, dan penyebaran berita bohong. Selain itu, mereka juga
harus siap menerima hasil Pilkada dengan lapang dada, baik menang maupun kalah.
Penjabat
Gubernur Papua Selatan Rudy Sufahriadi mengajak dan meminta seluruh
elemen masyarakat di Provinsi Papua Selatan, termasuk kepada para kontestan,
simpatisan, dan massa pasangan calon atau paslon, untuk mewujudkan Pilkada 2024
secara damai dan bermartabat.
Perhelatan
pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada
Rabu 27 November 2024. Provinsi Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru yang
dimekarkan di 2022 lalu, untuk pertama kalinya mengikuti Pilkada Serentak,
khusus untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Pesta demokrasi perdana di
provinsi ini diharapkan bisa terlaksana dalam suasana demokratis, penuh
kedamaian dan bermartabat tanpa adanya konflik, pertikaian, ataupun permusuhan.
Rudy
Sufahriadi mengingatkan bahwa dalam setiap pertarungan politik pilkada, tentu
ada pemenang dan pihak yang kalah. Masing-masing kubu paslon harus menahan diri
untuk menerima apa pun hasil dari sebuah kontestasi politik. Pihak yang menang
diminta untuk tidak perlu bertepuk dada, dan yang kalah harus lapang dada.
Selain
itu, Media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi yang benar
dan akurat terkait Pilkada. Media massa harus menjaga independensinya dan tidak
menjadi alat propaganda bagi salah satu calon. Sementara itu, pengguna media
sosial harus bijak dalam menyaring dan menyebarkan informasi, serta menghindari
penyebaran hoaks yang dapat memicu perpecahan.
Terkait
hal itu, Puluhan wartawan di Kabupaten Ketapang mendukung
dan berkomitmen untuk menciptakan Pilkada damai. Dalam
deklarasinya, para jurnalis menolak segala bentuk penyebaran hoaks, ujaran
kebencian, informasi rasis dan polarisasi dalam masyarakat. Pers juga sepakat
untuk terus mengedukasi masyarakat dan melakukan kontrol sosial dan ikut
mensukseskan Pilkada 2024 yang berintegritas, adil, aman dan damai.
Ketua
Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK), Theo
Bernadhi, mengajak seluruh wartawan untuk berperan dalam mengawal Pilkada
Ketapang dengan karya jurnalistik sesuai kode etik.
Wartawan
harus jadi embun di tengah kemarau. Artinya, harus menyejukkan jika ada
informasi panas yang dapat memecah belah maupun informasi hoaks
Wakil
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang, Phillipus Kaleh, menilai peran media
massa sangat penting sebagai ujung tombak dalam pembuat dan penyebar informasi
publik. Dirinya pun meminta
media massa untuk menerbitkan berita yang faktual dan berimbang. Dia juga
mendorong pelaksanaan pesta demokrasi pada 27 November 2024 mendatang dengan
riang gembira.
Selain itu, Aparat
keamanan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama
proses Pilkada. Aparat keamanan harus netral dan tidak memihak pada salah satu
calon atau partai politik. Mereka juga harus siap mengantisipasi dan
menanggulangi potensi konflik yang mungkin timbul selama kampanye, hari
pemungutan suara, hingga pengumuman hasil Pilkada.
Komandan
Distrik Militer (Dandim) 0806/Trenggalek Letkol Czi Yudo Aji Susanto, S.Sos.,
M.A., dengan tegas menyatakan komitmen tidak tergoyahkan dari jajarannya
dalam mendukung Polres Trenggalek. Beliau menegaskan bahwa Kodim 0806 akan
memainkan peran krusial dalam memastikan kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) 2024.
Dalam
kesempatan tersebut, Letkol Czi Yudo Aji Susanto menggarisbawahi bahwa
jajarannya siap siaga selama 24 jam penuh untuk mendukung Operasi Mantap Praja
Semeru 2024 yang diinisiasi oleh Kepolisian
Mewujudkan
Pilkada yang damai adalah tugas bersama yang harus melibatkan semua elemen
masyarakat. Dari penyelenggara pemilu, aparat keamanan, peserta Pilkada, media,
hingga masyarakat umum, semuanya memiliki peran penting dalam menciptakan
suasana yang kondusif
)* Penulis merupakan pengamat politik
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar