Oleh: Davina Gunawan )*
Netralitas birokrasi
dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ialah hal yang mutlak dalam tatanan
negara demokrasi modern. Karena birokrasi ialah institusi publik yang dibentuk
dan dibiayai masyarakat melalui pajak, retribusi, dan pungutan lainnya untuk
melayani seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu, birokrasi harus terlepas
dari ikatan partai politik dan golongan.
Dalam rangka persiapan
pengamanan Pilkada Serentak 2024, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto
mengajak masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi pesta demokrasi ini. Masyarakat
diminta tidak
berlebihan mendukung calon peserta hingga berimbas pada hal-hal yang tidak
diinginkan. Menurutnya, Pilkada adalah hal yang wajar dan biasa. Transformasi
kepemimpinan mempunyai hak suara dan tidak perlu dibela atau didukung dengan
cara-cara yang berlebihan.
Kapolda mengatakan kepolisian dan
pihak-pihak terkait siap memastikan pengamanan Pilkada yang dilakukan oleh
Satuan Operasi Mantap Praja Jaya 2024 berjalan lancar. Masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi
keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilkada. Dengan cara kolaborasi
dan sinergitas inilah diharapkan jajarannya bisa mengantisipasi segala bentuk
kerawanan.
Tidak hanya itu, Kapolda meminta kepada semua personel
yang bertugas dalam Operasi Mantap Praja Jaya 2024 memetakan segala bentuk
kerawanan termasuk dalam hal mengantisipasi potensi terjadinya konflik di
setiap daerah. Pihaknya memperketat pengamanan dalam rangka mengantisipasi
kerawanan di wilayah dengan kerawanan tinggi. Sedangkan, di wilayah lainnya
pihaknya tetap mempersiapkan pengamanan sebanyak mungkin dan terus melakukan
mapping potensi konflik secara mendetail di wilayahnya masing-masing, sehingga
potensi konflik tersebut dapat terselesakan hingga ke akar masalah.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya
menerjunkan sebanyak 88.365 personel gabungan dalam Operasi Mantap Praja Jaya
2024 yang digelar selama 140 hari terhitung sejak 14 Agustus 2024 lalu.
Personel gabungan tersebut nantinya akan disebar di total 31.963 TPS yang ada
di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Polres
Metro Tangerang Kota telah menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota)
dalam rangka mengantisipasi terjadinya konflik selama proses Pilkada Serentak
2024 di Kota Tangerang. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi
Nugroho mengatakan bahwa proses simulasi Sispamkota merupakan bagian dari
persiapan tindak lanjut untuk menyukseskan Operasi Kepolisian Mantap Praja Jaya
2024. Simulasi tersebut berisi serangkaian Latihan dari berbagai adegan
pengamanan, mulai dari pengamanan masa pendaftaran calon, masa kampanye, masa
tenang, pemungutan suara, penghitungan suara, dan rekapitulasi suara.
Pihaknya juga terus
meningkatkan persiapan pengamanan Pilkada 2024 guna memastikan kesiapan
personel, sarana prasarana, maupun bagian dari koordinasi lintas sektor untuk
mengantisipasi terjadinya konflik yang tidak diinginkan. Simulasi ini diikuti
oleh petugas pengamanan gabungan mulai dari Polri, TNI, Brimob, serta Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang dengan total sebanyak 830
personel.
Tidak hanya itu,
simulasi tersebut juga menjadi momentum koordinasi semua lapisan masyarakat
dalam memetakan potensi konflik yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan
kelancaran selama proses Pilkada 2024 mendatang. Keterlibatan masyarakat juga
dinilai penting dalam mewujudkan Pilkada yang aman dan tertib di Kota
Tangerang. Maka dari itu pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi
menyukseskan Pilkada 2024.
Selanjutnya, dalam
menghadapi Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada November 2024
mendatang, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara telah mengintensifkan persiapan
untuk memperketat pengamanan dengan menggelar operasional serta analisa dan evaluasi (anev) sitkamtibmas. Kapolda mengatakan bahwa pihaknya
akan terus memaksimalkan peran intelijen dan Bhabinkamtibmas dalam mendeteksi
potensi gangguan keamanan yang bisa mengganggu kelancaran Pilkada.
Selain itu, patrol
rutin juga akan masif dilakukan di tempat-tempat dan jam-jam rawan guna
mencegah gangguan kamtibmas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya keras
Polda Sultra dalam menjamin proses Pilkada berjalan lancar dan aman. Hal ini
menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses
demokrasi yang akan berlangsung di Sulawesi Tenggara.
Di sisi lain, anggota
Bawaslu Bali, Ketut Ariyani menekankan bahwa pentingnya peran Satuan
Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang memiliki peran krusial dalam menjaga
keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada Serentak 2024. Linmas sendiri
memiliki fungsi melaksanakan ketentraman dan ketertiban di lingkungan khususnya
dalam menjaga keamanan di TPS. Menurutnya
Linmas harus tetap menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, dan
netralitas dalam mengawal pelaksanaan Pilkada 2024, sehingga dapat terjamin
situasi pelaksanaan yang tertib, kondusif, daman, dan aman.
Maka dari itu, perlunya
peran seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil mengawasi seluruh tahapan
Pilkada 2024 agar berlangsung dengan aman dan damai. Aparat keamanan dan
pihak-pihak terkait juga diharapkan bisa bekerja sama dan bersinergi dalam
menjunjung tinggi profesionalitas, netralitas, dan mengatasi kerawanan yang
berpotensi muncul saat pelaksanaan Pilkada 2024.
)* Penulis adalah
kontributor Ruang Baca Nusantara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar