Oleh: Olivia Sabo*
Organisasi Papua Merdeka
(OPM) menembak pilot helikopter berkebangsaan Selandia Baru. Akibat dari
insiden sangat tragis tersebut kemudian saat ini meninggalkan jejak trauma yang
pilu dan mengancam tenaga kesehatan (nakes) di Papua.
Para tenaga kesehatan
(nakes) yang bertugas di wilayah Papua dengan tujuan untuk melayani waga
setempat supaya bisa menjangkau akses pelayanan kesehatan yang memadai terus
mendapatkan ancaman dan teror menakutkan dari OPM, terlebih setelah insiden
belakangan ini yakni kasus penembakan pilot Selandia Baru.
Karena adanya penembakan
pada pilot berkebangsaan Selandia Baru itu, menyebabkan masyarakat dan juga
para nakes tentunya kini mengalami rasa trauma yang cukup mendalam dan hal itu
jelas mengakibatkan terhambatnya warga sekitar untuk memperoleh akses pelayanan
kesehatan yang memadai. Seluruhnya lantaran ulah biadab dan keji dari OPM.
Kepala Staf Umum Tentara
Nasional Indonesia (Kasum TNI), Letnan Jenderal (Letjen) Richard Tampubolon mengecam
dengan sangat keras bagaimana tindak keji dan biadab gerombolan teroris musuh
negara itu kepada pilot helikopter berkebangsaan Selandia Baru bernama Glen
Malcolm Conning dan menyebut kasus penembakan tersebut merupakan sebuah tindak
pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan tingkatan yang berat.
Aksi biadab OPM yang
mengakibatkan pilot dari PT. Intan Angkasa meninggal dunia merupakan sebuah
tindakan yang sama sekali tidak berperikemanusiaan dan sudah sangat jelas telah
melanggar HAM.
Selain itu, akibat
kejadian tersebut juga telah menimbulkan dampak psikologis yang luar biasa di
tengah masyarakat setempat, yakni mengakibatkan mereka menjadi ketakutan. Sebagaimana
penuturan Hamasya selaku bidan yang juga menjadi salah satu penumpang selamat
di dalam helikopter bahwa ketika dirinya hendak turun dan keluar, namun
langsung mendengar adanya suara tembakan dari arah sungai tempat OPM
bersembunyi.
Sontak saja, karena
mendengarkan adanya suara tembakan dan merasa bahwa situasi sama sekali tidak
kondusif, hal tersebut menjadikan para nakes yang berada di dalam helikopter
langsung berlarian untuk menyelamatkan diri.
Mereka semua sangat
panik namun terus berfokus untuk berlari menuju ke arah puskesmas. Kemudian
dalam rangka untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan, tenaga kesehatan
pergi ke rumah pendeta setempat untuk menunggu sampai adanya evakuasi.
Beruntungnya, para
pasukan elite TNI langsung sangat sigap dan kemudian upaya evakuasi
menghasilkan keberhasilan. Ternyata, tidak hanya membunuh sang pilot saja,
namun terungkap bahwa Organisasi Papua Merdeka juga melakukan penyanderaan
kepada sebanyak 4 nakes dan 2 orang anak penumpang helikopter.
Tim Evakuasi Aparat
Kemanan berhasil melakukan upaya penyelamatan dengan menembus berbagai kendala,
yakni adanya cuaca ekstrem termasuk juga kemungkinan ancaman tembakan dari OPM
untuk melakukan evakuasi kepada para nakes, guru dan anak-anak dari Distrik
Alama.
Selanjutnya, aparat
keamanan kemudian menjalankan kegiatan trauma healing terhadap seluruh warga
sipil termasuk para tenaga kesehatan yang sempat menjadi korban penyanderaan
agar mereka bisa mengalihkan pikiran buruknya terhadap insiden biadab dan keji
ulah OPM tersebut.
Sementara itu, Ketua
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) Perwakilan
Papua, Frits Ramandey menduga bahwa adanya penembakan para pilot helikopter PT
Intan Angka Air Service tersebut memang telah terencana sebelumnya.
Kasus itu saat ini
tengah terus menjadi perhatian Komnas HAM yag akan melangsungkan investigasi
lebih lanjut. Karena adanya kejadian tersebut, kemudian memberikan pembenaran
bahwa memang harus ada pengerahan pasukan aparat keamanan untuk menjaga situasi
dan kondusivitas di sana, selain itu supaya negara bisa benar-benar mengungkap
dan menindak tegas pelaku.
Kecaman demi kecaman
terus mengalir kepada OPM karena mereka telah melakukan tindak begitu keji dan
biadab bahkan juga menjadikan tenaga kesehatan turut menjadi korbannya. Mereka
tidak henti-hentinya terus melakukan aksi pembunuhan yang sudah sangat jelas
hal itu melanggar berbagai macam nilai serta prinsip atas Hak Asasi Manusia
(HAM).
Kebrutalan gerombolan
teroris musuh negara itu kembali menambah daftar sangat panjang kekerasan mereka
yang terus menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat. Keberadaan
Organisasi Papua Merdeka telah sangat mengancam para tenaga kesehatan (nakes).
Namun tidak hanya itu
saja, mereka juga memberikan ancaman serius bagi para petugas pelayanan dasar
bagi masyarakat, termasuk nakes, guru dan sebagainya. Oleh karenanya menjadi
tidak heran mengapa banyak pihak terus mengutuk keras aksi brutal mereka dan
memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan agar mampu melindungi
masyarakat.
Masyarakat juga terus
meminta kepada aparat keamanan untuk bisa benar-benar melakukan penegakan hukum
dan tindak sangat tegas agar para pelaku bisa tertangkap dan menjalani
pengadilan sesuai mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia.
Penembakan pilot
berkebangsaan Selandia Baru oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) jelas sudah
sangat meninggalkan bekas trauma yang mendalam dan juga rasa pilu serta
mengancam para tenaga kesehatan di wilayah Papua sehingga mereka tidak bisa
memberikan pelayanan dasar yang prima kepada masyarakat.
*) Mahasiswa Hukum
Universitas Yapis Papua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar