Oleh
: Teja Wulan Raditya
Presiden Republik
Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) memang merupakan sosok pemimpin yang telah
terbukti sangat melayani rakyat melalui berbagai macam kebijakan dan langkahnya
untuk masyarakat Tanah Air.
Oleh karena itu,
hendaknya seluruh warga mampu menghadapi adanya hoaks yang bertebaran di luaran
sana yang hanya berisi propaganda karena tidak sesuai berdasarkan kenyataan
atau fakta di lapangan, serta bertujuan untuk mendiskreditkan saja.
Terlebih, di era digital
seperti sekarang ini, yang mana seluruh hal dan informasi mampu dengan serba
sangat cepat tersebar. Terkadang informasi yang tersebar terlalu mudah dan
cepat di berbagai platform media sosial itu juga memiliki tantangannya
tersendiri karena rawan hoaks.
Terbukti, bahwa memang
bukan hanya informasi yang memang riil sesuai dengan fakta saja yang enyebar
banyak dan cepat di internet, melainkan isu-isu sebaliknya pula. Berita palsu
jelas menjadi sebuah tantangan yang sangat serius, karena juga bisa merusak
citra individu, apalagi sosok pemimpin negara.
Sebagai salah satu
contohnya yakni sering berseliweran di berbagai media sosial berkaitan dengan
hoaks, yang mana menjadikan sasarannya yakni kepada Presiden RI Joko Widodo
(Jokowi) dan bahkan tidak luput beserta dengan keluarganya.
Untuk itu, dalam
menghadapi adnaya fenomena ini, menjadi sangat penting bagi masyarakat untuk
benar-benar mengetahui seperti apa fakta yang memang terjadi di lapangan seluruh
rakyat harus mengetahui dan memahami betapa kepemimpinan Presiden Jokowi selama
2 periode atau 10 tahun menjabat sebagai Kepala Negara, terbukti nyata melayani
warga.
Salah satu bukti nyata
dari bagaimana upaya untuk memaksimalkan pelayanan kepada seluruh rakyat
Indonesia, yakni adanya peluncuran teknologi pemerintahan (Government
Technology/GovTech) Indonesia bernama INA Digital.
Kepala Negara menekankan
bahwa sangat penting bagi pemerintah untuk terus menjamin adanya kemudahan
birokrasi pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena sejatinya kehadiran
birokrasi tersebut hendaknya harus melayani, bukan justru mempersulit ataua
malah memperlambat.
Hal yang menjadi tolak
ukur akan keberhasilan pelayanan publik, yakni pada bagaimana tingkat kepuasan
masyarakat, termasuk seperti apa manfaat yang mampu rakyat rasakan secara
langsung serta bagaimana kemudahan segala urusan mereka bisa berjalan.
Pemerintah sendiri
sebagai penyelenggara pelayanan publik terus berupaya untuk mampu dengan cepat
beradaptasi dengan bagaimana adanya perkembangan jaman yang dinamis seperti
sekarang ini.
Upaya tersebut dilakukan
dengan menempatkan publik sebagai pusat dari penyelenggaraan layanan, termasuk
aspirasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menentukan bagaimana arah
kebijakan dan pembangunan sistem pelayanan publik.
Kepala Auditorat III.D
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Poegoeh Yoedo Roesmanto menjelaskan bahwa pemerintah
senantiasa meningkatkan kualitas, akuntabilitas, sehingga menjadikan
terwujudnya nilai tambah dan manfaat terimplementasi secara nyata dan langsung
untuk mengoptimalisasi pelayanan publik.
Sementara itu,
Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Yanuar Nugroho menilai bahwa pemerintahan
Presiden Joko Widodo memang terbukti telah sangat berhasil untuk membangun
pelayanan publik yang terintegrasi dan terus memperluas layanan karena
masyarakat sendiri dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Sebagai salah satu
contoh, yakni adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) hingga ke daerah-daerah yang
memungkinkan warga bisa mengurus semua dokumen, mulai dari kelahiran sampai
dengan kematian, dari dokumen kerja untuk menjadi Tenaga Kerja Asing (TKA)
sekalipun sampai mereka purna.
Keberadaan MPP tersebut
sudah tersedia di banyak daerah dengan layanan yang mencapai ratusan jenis dan
pemerintah akan terus meningkatkannya. Hal tersebut jelas merupakan sebuah
solusi konkret karena selama berpuluh-puluh tahun masyarakat mendapati
persoalan lambatnya pelayanan publik, sehingga berakibat pada munculnya
persepsi bahwa mendapatkan layanan publik itu harus mengeluarkan biaya.
Langkah dan kebijakan
dari pemerintahan, terlebih semenjak era kepemimpinan Presiden Jokowi,
mewujudkan pemberantasan korupsi, utamanya di sektor pelayanan masyarakat
semakin menunjukkan titik terangnya.
Sejauh ini, upaya
pemberantasan pungutan liar (pungli) menunjukkan kemajuan yang sangat
signifikan. Sehingga sebagai wujud nyata dari pencegahan korupsi untuk
memaksimalkan pelayanan rakyat di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat
publik rasakan.
Presiden RI Joko Widodo
(Jokowi) telah membuktikan dengan sangat nyata bagaimana kepemimpinannya yang
melayani seluruh rakyat di Indonesia dengan berbagai macam program yang mampu
warga rasakan secara langsung manfaatnya.
Meski banyak bertebaran
di media sosial dan berbagai platform lainnya mengenai isu dan narasi yang
provokatif serta hoaks, hal tersebut jelas merupakan sebuah tantangan nyata
yang perlu disikapi dan dihadapi bersama.
Jangan sampai justru
tantangan dari hoaks serta upaya untuk mendiskreditkan bagaimana kinerja nyata
Presiden Jokowi yang sangat berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyatnya itu
justru menjadi kabur, padahal dedikasinya sebagai seorang Kepala Negara sangat
besar terhadap bangsa dan negara ini.
Mari bersama-sama
menghadapi penyebaran hoaks di dunia digital dengan jauh lebih bijak serta
tetap mendukung penuh bagaimana upaya pembangunan yang pemerintah upayakan dan
menjaga keutuhan serta persatuan bangsa Indonesia.
*) Penulis Merupakan Pengamat Kebijakan Publik
Indo Gala Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar