Oleh :
Gavin Asadit )*
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama
dua periode telah berfokus pada pembangunan yang bertujuan untuk menjangkau
semua lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu kebijakan
paling menonjol adalah pembangunan infrastruktur yang masif dan merata. Program
pembangunan infrastruktur ini tidak hanya terbatas di Pulau Jawa, tetapi juga
diperluas hingga ke luar Jawa. Namun pemerintah terus melakukan upaya maksimal
bagi daerah lain termasuk Papua.
Selama ini Papua masih dianggap sebagai
daerah yang sering kali terpinggirkan dalam program pembangunan nasional di era
pemerintahan sebelumnya. Di masa Presiden Jokowi semua lapisan masyarakat dapat
menikmati dampak positif dari pembangunan dengan meningkatnya sejumlah aspek, salah satunya aspek perekonomian di
masyarakat.
Infrastruktur seperti jalan tol,
jembatan, bandara, dan pelabuhan telah dibangun dan diperluas di berbagai
wilayah Indonesia. Hal ini berdampak signifikan pada mobilitas dan konektivitas
antarwilayah, yang sebelumnya sulit diakses karena terbatasnya infrastruktur.
Misalnya, dengan adanya jalan tol yang menghubungkan berbagai kota di Pulau
Jawa, jarak tempuh yang dulu memakan waktu belasan jam kini bisa dipersingkat
hingga hanya 4-6 jam. Pembangunan ini memungkinkan akses yang lebih cepat dan
mudah, tidak hanya untuk kepentingan masyarakat lokal tetapi juga dalam
menunjang sektor ekonomi seperti perdagangan dan pariwisata.
Keberhasilan dan capaian pembangunan di
pemerintahan Jokowi diakui banyak pihak. Anggota Komisi X DPR RI, Robert J
Kardinal mengatakan Presiden Jokowi sudah membangun dengan bagus khususnya
infrastruktur di seluruh Indonesia dalam 10 tahun terakhir, pembangunan yang
dilakukan oleh pemerintah di era kepemimpinan Presiden Jokowi betul-betul dapat
dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Program-program infrastruktur di era
Presiden Jokowi telah dilaksanakan dengan baik sehingga membantu pembangunan
dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Salah satu contoh konkret dari
pemerataan pembangunan adalah perhatian Jokowi terhadap Papua. Salah satu
kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua adalah
kebijakan BBM satu harga, yang memungkinkan harga bahan bakar di Papua sama
dengan wilayah lain di Indonesia. Sebelum adanya kebijakan ini, harga BBM di
Papua jauh lebih mahal, yang mengakibatkan tingginya biaya hidup dan sulitnya
akses terhadap kebutuhan dasar. Dengan kebijakan ini, masyarakat Papua
merasakan perbaikan yang signifikan dalam kualitas hidup dan akses terhadap
kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, pembangunan infrastruktur di
Papua juga mencakup jalan, jembatan, dan sarana publik lainnya, yang memperkuat
konektivitas antara daerah-daerah terpencil di provinsi tersebut. Kebijakan ini
tidak hanya mempercepat distribusi barang dan jasa, tetapi juga mendukung
pertumbuhan ekonomi lokal dengan membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan
industri dan perdagangan di kawasan tersebut.
Selanjutnya, dari sejumlah upaya yang
dilakukan oleh Presiden Jokowi, Anggota Komisi XI DPR RI, Willy Aditya
mengapresiasi prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan Presiden Jokowi selama
kepemimpinannya, salah satunya yang 6paling luar biasa adalah pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pembangunan ibu kota baru adalah salah
satu proyek visioner yang dijalankan di era Jokowi.
Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur ini bukan hanya soal
relokasi fisik, tetapi juga upaya strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan
di luar Jawa. Selama ini, pembangunan di Indonesia sering kali terpusat di
Pulau Jawa, sementara daerah-daerah di luar Jawa kurang mendapat perhatian.
Dengan adanya IKN, diharapkan pemerataan pembangunan dapat lebih terwujud,
terutama di Kalimantan yang selama ini kurang terdampak oleh pembangunan
nasional.
Namun, infrastruktur bukan satu-satunya capaian
Jokowi. Pada sektor legislasi, beberapa terobosan penting juga berhasil
dicapai, salah satunya adalah Undang-Undang Omnibus Law. Undang-undang ini bertujuan
untuk menyederhanakan peraturan yang kompleks dan mempercepat investasi serta
pembangunan ekonomi. Meskipun Omnibus Law sempat menuai pro dan kontra,
efektivitasnya dalam menyederhanakan birokrasi dan regulasi ekonomi diakui
sebagai salah satu langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
nasional. Simplifikasi peraturan ini, di samping pembangunan infrastruktur,
telah membantu mempercepat proses perizinan, menarik lebih banyak investor, dan
menciptakan lapangan pekerjaan baru di berbagai sektor.
Pemerintahan Jokowi juga berhasil
mengurangi ketimpangan antarwilayah dengan memprioritaskan pembangunan
infrastruktur di daerah-daerah yang sebelumnya kurang berkembang. Hal ini
ditunjukkan dengan pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan di kawasan timur
Indonesia, yang sebelumnya sering kali terisolasi dan sulit dijangkau. Dengan
adanya infrastruktur yang lebih baik, kawasan-kawasan tersebut kini dapat
terhubung lebih baik dengan pusat-pusat ekonomi utama, sehingga memberikan
dampak positif terhadap perekonomian lokal.
Meskipun capaian Jokowi dalam bidang
infrastruktur dan legislasi banyak menuai pujian, masih ada beberapa tantangan
yang perlu dihadapi. Pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan termasuk
meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur di beberapa daerah,
terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perbaikan lebih lanjut.
Misalnya, di Papua, kualitas beberapa proyek infrastruktur seperti jalan
nasional masih perlu ditingkatkan agar lebih tahan lama dan dapat benar-benar memberikan
manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Pembangunan era Jokowi telah membawa
dampak yang signifikan bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia. Dengan fokus
pada pemerataan pembangunan infrastruktur dan reformasi legislasi, Jokowi telah
berhasil membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, meskipun
tantangan-tantangan masih ada. Infrastruktur yang terbangun selama masa
pemerintahannya diharapkan akan terus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi
yang lebih inklusif dan merata di masa depan.
)*
Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar