Oleh: Yohanes Wenda*
Seluruh mahasiswa Papua
harus turut serta dan aktif menjaga situasi kondusif di Tanah Air, terlebih
pada momentum seperti sekarang ini karena menjelang perayaan Hari Raya Idul
Fitri 1445 Hijriah. Bukan hanya itu, namun para pemuda dari kalangan mahasiswa
tersebut juga sangat perlu terus mewaspadai adanya upaya provokasi Kelompok
Separatis dan Teroris (KST) Papua.
Tokoh agama sekaligus
perwakilan dari ikatan Keluarga Besar Papua di Nusa Tenggara Timur, Pdt Baber
Siep Karoba mengimbau kepada seluruh mahasiswa Papua supaya mampu menahan diri
dan tidak turut serta dalam aksi demonstrasi.
Hal tersebut bertujuan
untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat (kamtibmas),
terlebih pada momentum seperti sekarang ini, yang mana sebagian besar
masyarakat di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
Menyadari betapa
pentingnya momentum tersebut, sehingga tokoh agama itu mengajak kepada seluruh
masyarakat di Bumi Cenderawasih, terutama dari kalangan mahasiswa agar bisa
bersama-sama dalam menjaga ketertiban dan mampu menciptakan situasi kamtibmas
yang aman dan tertib serta mewaspadai bagaimana upaya KST Papua terus
memunculkan banyak isu provokasi dan berita bohong atau hoaks di banyak media
sosial.
Hendaknya seluruh
mahasiswa Papua mampu tidak melibatkan diri dalam sebuah kegiatan aksi
pengumpulan massa atau demonstrasi apapun karena justru dengan dilakukannya
aksi demikian, maka dapat berpotensi untuk merugikan mereka sendiri, terlebih
juga dapat berpotensi untuk berakhir pada anarkisme yang nantinya malah merusak
fasilitas umum.
Daripada ikut serta
dalam hal demikian yang sejatinya banyak sekali potensi merugikan diri sendiri,
maka alangkah baiknya para mahasiswa di Papua tersebut lebih berfokus pada
kegiatan studi mereka sehingga mampu meraih cita-cita mereka dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk bersama-sama membangun bangsa ini.
Situasi
Damai Wujudkan Indonesia Maju
Adanya situasi di
masyarakat yang terus damai sebenarnya sangat mendukung untuk mewujudkan
Indonesia jauh lebih maju ke depannya. Terlebih, Pemerintah Republik Indonesia
(RI) juga terus berupaya untuk mempersiapkan sebaik mungkin kondisi bangsa ini
agar mampu menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.
Dengan demikian, maka
seluruh mahasiswa yang notabene merupakan penerus generasi masa depan bangsa
merupakan harapan untuk bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa dan negara
tersebut.
Tentunya, itu semua akan
mampu diperoleh jika mereka bisa terus berperan aktif dalam menjaga situasi
yang damai di tengah masyarakat. Termasuk juga, hendaknya sebagai generasi
muda, para mahasiswa Papua itu memiliki sikap yang kritis, yakni dengan bisa
mewaspadai gerakan KST Papua melalui penyebaran isu provokasi dan hoaks.
Ketika para mahasiswa
mampu menolak adanya hoaks dan berita yang sifatnya provokatif, maka mereka sudah
sangat berperan dalam menjaga adanya kerukunan umat beragama dari ancaman
kerusakan dan disintegrasi bangsa.
Jelang
Idul Fitri, Masyarakat dan Mahasiswa Papua Harus Jaga Kedamaian
Menjelang perayaan Hari
Raya Lebaran atau Idul Fitri 1445 H mendatang, Anggota Majelis Rakyat Papua
Barat (MRPB) Abdul Samad Bauw meminta kepada seluruh masyarakat di Bumi
Cenderawasih untuk senantiasa mampu menjaga kedamaian dan kerukunan antar umat
beragama.
Pasalnya, toleransi
antar umat beragama di seluruh Indonesia termasuk di Papua sendiri merupakan
sesuatu yang harus terus dijaga. Semua itu demi terciptanya sebuah situasi yang
aman dan tertib di tengah masyarakat kondusif.
Bukan hanya itu, namun
masyarakat dan para mahasiswa Papua itu baiknya bisa turut membantu aparat
keamanan dalam menjaga ketertiban saat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri
tersebut.
Seluruh pihak tentunya
mengharapkan supaya perayaan Hari Raya Idul Fitri mendatang jangan sampai
terjadi konflik dalam bentuk apapun antar umat beragama sehingga semua
masyarakat benar-benar mampu terlahir kembali dalam kondisi yang suci dan putih
bersih seperti bayi yang baru saja dilahirkan dengan suasana yang saling
memaafkan satu sama lain setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Data sebenarnya
menunjukkan bahwa indeks kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Papua
Barat mendapatkan nilai hingga setinggi 82. Hal tersebut berarti mereka
memiliki nilai tertinggi jika dibandingkan dengan daerah lain.
Artinya, kesadaran
masyarakat dalam bertoleransi memang sudah cukup bagus. Sehingga sangat penting
agar kerukunan tersebut mampu untuk terus dipertahankan. Karena mengetahui hal
itu, tentunya terdapat segelintir pihak lain yang sama sekali tidak suka dan
justru ingin berupaya membuat kondisi di Papua menjadi tidak stabil.
Pihak tersebut adalah
KST Papua, yang sangat ingin terus menggalang dan mempertambah jumlah
simpatisan mereka, sehingga menghasut banyak masyarakat di Bumi Cenderawasih
untuk bisa turut serta dalam gerakan mereka Papua Merdeka untuk melawan bangsa
ini dengan banyak cara mereka lakukan, termasuk pengumpulan massa dan
menunggangi aksi demonstrasi di kalangan para mahasiswa. Sudah barang tentu
seluruh hal itu oatut untuk dipwaspadai.
*) Penulis merupakan Mahasiswa
Papua tinggal di Bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar