Pemerintah
memastikan tidak ada kesenjangan
pembangunan infrastruktur hingga sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang,
termasuk pada sektor pendidikan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan wilayah
sekitarnya.
Hal
tersebut memang sangat sejalan dengan bagaimana upaya pemerintah selama ini
untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai bidang di seluruh wilayah
hingga pelosok Indonesia dengan mengganti paradigma pembangunan dari yang
awalnya Jawasentris, kini menjadi Indonesiasentris.
Oleh
karena itu, tidak ada kesenjangan dalam hal apapun, baik itu pada pembangunan
infrastruktur hingga ketersediaan dan bagaimana kualitas sumber daya manusia
(SDM) pendidikan di IKN serta wilayah sekitarnya.
Meski saat
ini pemerintah menggalakkan pembangunan di Ibu Kota Nusantara, sejalan dengan
rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan
Timur (Kaltim), namun bukan berarti lantas kemudian menciptakan sebuah
kesenjangan baru antara wilayah yang menjadi pusat IKN dengan daerah
sekitarnya.
Wakil
Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hetifah
Sjaifudian mengungkapkan bahwa keberadaan IKN tentu akan sangat mendorong
terwujudnya pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Dorongan
terus pemerintah lakukan supaya tidak sampai terjadi kesenjangan ataupun
wilayah lain di Kaltim supaya tidak tertinggal dengan Ibu Kota Nusantara, baik
itu dari segi infrastruktur hingga bagaimana metode pendidikan yang terjadi di
sana.
Dengan
demikian, maka terwujud sebuah pembangunan yang sama rata dan berkeadilan
secara beriringan dengan berbagai daerah lainnya sehingga tidak terjadi
kesenjangan yang justru mengurangi potensi wilayah lain di sekitarnya.
Terlebih, secara konstitusional, memang dalam Undang-Undang telah termaktub
bahwa pendidikan merupakan hak bagi semua warga negara Indonesia.
Sementara
itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kementerian
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia
(Kemenko PMK RI), Nunung Nuryartono mengungkapkan bahwa pemerintah melalui
pihaknya sebagai pengelola data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan
Ekstrem (P3KE) terus mendorong Otorita IKN untuk memanfaatkan data tersebut.
Pemanfaatan
data itu akan semakin memberikan sumbangsih yang vital sebagai basis pemetaan
program kesejahteraan sosial bagi warga yang tinggal di wilayah Ibu Kota Negara
(IKN) Nusantara.
Keberadaan
basis data tersebut menjadikan Otorita IKN akan jauh lebih tepat dalam
memformulasikan instrumen kebijakan afirmatif secara tepat sasaran. Bukan hanya
itu, namun data itu juga menjadi dasar bagi kementerian dan lembaga yang akan
berkolaborasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara sesuai dengan bidang tugas
mereka dalam siklus hidup pembangunan manusia.
Upaya
kerja sama tersebut merupakan hal yang sangat penting mengingat akan ada
proyeksi pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian Tentara Nasional
Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga mereka
non-ASN beserta dengan keluarga secara bertahap.
Jumlah
penduduk yang akan menempati IKN tercatat mencapai hingga sekitar 200 ribu jiwa
dan diproyeksikan hingga mencapai 2 juta jiwa pada tahun 2045 mendatang. Oleh
sebab itu, pemerintah mengupayakan mitigasi risiko isu sosial sejak sedini
mungkin agar kerawanan ketimpangan sosial tidak terjadi.
Apalagi
memang tujuan akhir dari pembangunan IKN merupakan sebuah upaya untuk mencapai
zero poverty dan zero stunting, menjadikan Otorita IKN mutlak membutuhkan basis
data yang akurat dan reliable.
Upaya
mewujudkan zero poverty dan zero stunting di Ibu Kota Nusantara itu juga
beriringan dengan sektor layanan yang telah pemerintah siapkan seperti rumah
sakit, sekolah, dan industri penunjang lainnya yang mulai berpoperasi sesegera
mungkin seiring pemindahan ASN.
Di sisi
lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa
pemerintah melakukan percepatan pembangunan IKN di Kalimantan Timur merupakan
bagian dari upaya strategis untuk terus mendorong terwujudnya pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan juga pemerataan pembangunan di seluruh Tanah Air.
Alasan
utama mengapa Pemerintah RI membangun Ibu Kota Negara Nusantara adalah untuk
terus menjaga pertumbuhan ekonomi dan juga mencegah terjadinya kesenjangan
sehingga pembangunan jauh lebih merata di seluruh pelosok Indonesia.
IKN
sendiri rencananya akan menjadi pusat administratif baru yang bertujuan untuk
mengatasi ketimpangan pembangunan antar wilayah dan juga semakin memperkuat
infrastruktur nasional, sehingga mendatangkan dampak positif pada pertumbuhan
ekonomi.
Ibu Kota
Negara (IKN) Nusantara bukan hanya menjadi ikon bagi modernisasi infrastruktur
saja, tetapi juga sekaligus mematahkan prinsip dan anggapan bahwa pembangunan
hanya berfokus pada Pulau Jawa saja.
Dalam hal
ini, pemerintah memiliki komitmen yang sangat kuat untuk melakukan pembangunan
yang tidak hanya berfokus pada Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai wilayah di
Nusantara.
Pemerintah
Republik Indonesia (RI) kemudian memastikan bahwa tidak akan ada kesenjangan,
baik itu dalam segi infrastruktur ataupun penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM)
di berbagai sektor, termasuk pendidikan antara di IKN dengan wilayah
sekitarnya.
)* Penulis
adalah kontributor Persada Institute
Tidak ada komentar:
Posting Komentar