Oleh : Davina Gunawan )*
Presiden
Joko Widodo (Jokowi) membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan investasi
proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara melalui Surat Keputusan Presiden
(Keppers) No. 25 Tahun 2024 yang disahkan pada 05 Agustus 2024. Salinan yang
bisa dilihat di Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) situs
Kementerian Sekretariat Negara pada 06 Agustus 2024 menyebutkan bahwa Menteri
Investasi ditunjuk sebagai Ketua Satgas Percepatan Investasi IKN.
Sejak
2022 hingga akhir 2024 Pemerintah akan mengeluarkan anggaran dari APBN sebesar
Rp72 Triliun untuk pembangunan IKN. Pemerintah menetapkan komposisi APBN untuk
membiayai proyek IKN hanya 20 persen dari total Rp466,9 Triliun. Artinya,
pendanaan APBN untuk IKN sebesar Rp90,4 Triliun, dan sisanya Pemerintah akan
bekerja sama dengan Badan Usaha serta pihak swasta. Total investasi dalam
negeri yang masuk ke IKN sebesar Rp49,6 Triliun. Nilai tersebut berasal dari 32
institusi yang melakukan groundbreaking dari September 2023 hingga Maret 2024.
Direktur
Utama PT Bina Karya Persero, Boyke Prasetyanto mengatakan pihaknya akan fokus
dalam percepatan laju investasi di IKN Nusantara melalui
skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sebab skema ini dinilai
menarik bagi investor. Menurutnya, apabila ada peran Pemerintah melalui skema
KPBU, para investor berani untuk menanamkan modalnya di IKN.
Kemudian,
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil
Lahadalia mengatakan bahwa Pemerintah akan kembali mendorong percepatan
investasi asing ke IKN Nusantara setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK)
terkait sengketa hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Bahlil Lahadalia
mengatakan bahwa realisasi investasi asing ke IKN bukan dihitung saat ada
komitmen menanamkan modal di Kawasan ibu kota baru, melainkan dihitung
berdasarkan proyek yang dibangun.
Sementara
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt Kepala Otorita
IKN Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sebanyak 60 investor
yang akan dipercepat prosesnya untuk menanamkan modal di IKN Nusantara. Tidak
hanya investor dalam negeri, ada sejumlah investor asing juga yang akan
dipercepat proses penanaman modalnya, di antaranya yang berasal dari Tiongkok
dan Jepang.
Adapun
nantinya, dua investor asing tersebut akan menanamkan modalnya di sektor
properti seperti perumahan, hotel, hingga gedung perkantoran. Basuki melanjutkan
bahwa sudah ada sekitar 472 investor yang berminat masuk untuk menanamkan modal
di IKN, namun jumlah tersebut dievaluasi dan tersaring sebanyak 220 investor
yang layak berinvestasi di IKN. Sedangkan sisanya, tidak tersaring lantaran
tidak termasuk kategori investor.
Selanjutnya,
sejumlah siasat untuk menarik minat investasi di IKN Nusantara juga sudah
dilakukan oleh Pemerintah. Salah satunya yaitu dengan mengizinkan para investor
untuk mencicil biaya administrasi pengajuan hak atas tanah. Basuki Hadimuljono
mengatakan bahwa hal tersebut sesuai mandat Presiden Jokowi yang tertuang dalam
Peraturan Presiden (Perpres) No. 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan
Ibu Kota Nusantara. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi secara intens dengan
investor dan calon investor di IKN agar segera mengeksekusi rencana
investasinya.
Melalui
Perpres tersebut, Pemerintah akan berkomitmen memberikan insentif dan fasilitas
perizinan berusaha, serta memberikan kepastian jangka waktu hak atas tanah
dengan Hak Guna Usaha (HGU) kepada investor.
Sementara
itu, para investor yang menanamkan modalnya di kawasan IKN Nusantara dan daerah
penyangganya diharapkan dapat turut mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM).
Tenaga
Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Sudiyarto mengatakan bahwa pelaku UMKM di
daerah Kalimantan Timur memiliki potensi yang besar untuk dilibatkan dalam
pembangunan IKN. Menurutnya, banyaknya investasi yang masuk juga diharapkan
bisa mendorong pertumbuhan UMKM.
Kemitraan
antara Perusahaan besar dan UMKM mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah.
Presiden Jokowi berjanji akan melibatkan para pengusaha lokal Kalimantan Timur
secara lebih luas untuk berinvestasi di IKN Nusantara. Ketua Kamar Dagang dan
Industri Indonesia (Kadin) Prov. Kalimantan Timur, Dayang Donna Faroek
mengatakan bahwa Pemerintah telah menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam
melibatkan peran pengusaha lokal untuk masuk ke berbagai proyek strategis di
IKN.
Dayang
juga mengatakan bahwa Plt Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono akan membantu
mempermudah para pengusaha lokal untuk lebih banyak terjun membangun IKN.
Menurutnya, pengusaha lokal yang berasal dari Kab. Penajam Paser Utara
memerlukan kesempatan yang disokong oleh izin Pemerintah Pusat guna
menghilangkan berbagai hambatan birokrasi yang selama ini menghalangi
partisipasi mereka.
Bagi Dayang,
peluang investasi di IKN sangatlah banyak namun para pengusaha masih menanti
kesempatan yang diberikan Pemeritah. Maka dari itu pihaknya optimis bahwa
Pemerintah dapat memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk berpartisipasi
terhadap masa depan IKN Nusantara.
Dengan
masuknya banyak investor baik lokal maupun asing ke IKN Nusantara dapat
meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah sekitar IKN. Proyek IKN
Nusantara dinilai sebagai strategi jangka panjang terhadap pemerataan ekonomi
dan pembangunan nasional. Maka dari itu, perlunya dukungan masyarakat terhadap
proyek strategis nasional IKN Nusantara dalam rangka mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk ibu kota.
)*
Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar