Oleh: Saiful Munib *)
Komitmen Prabowo Subianto dan Gibran
Rakabuming Raka dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan menjadi
salah satu fokus utama dalam agenda kerja di pemerintahan mendatang. Sebagai
pasangan pemimpin yang dinilai mampu membawa perubahan signifikan,
Prabowo-Gibran menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian dan perikanan
demi mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah
Indonesia.
Kedaulatan pangan ini menjadi perhatian
utama dalam Visi Asta Cita 2024-2029 yang digagas oleh Prabowo-Gibran,
terinspirasi dari pandangan Bung Karno dan Tan Malaka. Prabowo-Gibran memandang
pentingnya kemerdekaan yang sepenuhnya tercermin dalam kehidupan masyarakat,
khususnya petani, nelayan, dan komunitas pedesaan. Sebagai negara agraris,
pembangunan difokuskan pada kawasan pedesaan dengan tujuan memperbaiki
kesejahteraan petani dan masyarakat desa melalui upaya swasembada pangan berkelanjutan.
Prabowo-Gibran menempatkan kemandirian
pangan sebagai prioritas utama dalam upaya mencapai Indonesia yang maju. Dan
berkomitmen melanjutkan agenda reformasi agraria yang sudah dijalankan oleh
Presiden Jokowi, dengan rencana distribusi 9 juta hektar tanah sebagai bagian
dari peningkatan produksi sektor pertanian. Revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif diupayakan untuk menanam komoditas seperti aren, ubi, sagu, dan bahan
baku bioetanol. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lapangan
kerja baru tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional.
Selain itu, pasangan ini juga
merencanakan program perikanan berbasis laut dan pesisir yang mendukung
peningkatan hasil perikanan serta melibatkan nelayan dalam kemitraan untuk
memperoleh modal dan kapal lebih besar guna melayani zona ekonomi eksklusif
(ZEE). Target penambahan luas panen tanaman pangan, yakni sebanyak 4 juta
hektar hingga 2029.
Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor
pertanian dan perikanan merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Menurutnya, petani dan nelayan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas
pangan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat luas. Untuk itu,
Prabowo berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur pertanian dan perikanan
serta memastikan distribusi hasil produksi yang lebih efisien.
Gibran Rakabuming Raka, yang membawa
semangat kepemimpinan muda, menambahkan bahwa inovasi teknologi akan menjadi
pilar penting dalam memperkuat kedua sektor tersebut. Penggunaan teknologi
modern, seperti irigasi cerdas, teknik budidaya yang ramah lingkungan, serta
akses pasar digital untuk petani dan nelayan, dianggapnya mampu meningkatkan
produktivitas dan pendapatan masyarakat. Gibran juga menyampaikan pentingnya
pelatihan serta pendampingan bagi petani dan nelayan agar mereka dapat
beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu bersaing di pasar global.
Lebih jauh lagi, program perlindungan
sosial bagi petani dan nelayan juga menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan
Prabowo-Gibran. Perlindungan yang kuat, seperti asuransi pertanian dan
perikanan, serta akses kredit yang mudah, dapat memberikan jaminan
kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu
memberikan kepastian dan ketenangan dalam menghadapi risiko yang kerap
menghantui sektor ini, seperti gagal panen, cuaca ekstrem, atau fluktuasi harga
pasar.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh
anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono,
menegaskan kembali komitmen Prabowo-Gibran untuk menjamin kesejahteraan petani
dan nelayan Indonesia. Menurut Budisatrio, seperti yang pernah disampaikan oleh
Prabowo Subianto, kesejahteraan petani dan nelayan tidak bisa hanya bergantung
pada mekanisme pasar, melainkan harus menjadi tanggung jawab pemerintah.
Budisatrio juga menegaskan salah satu
langkah pertama yang akan diambil Prabowo-Gibran adalah menghapus kredit macet
yang membebani petani dan nelayan kecil. Langkah ini dianggap penting untuk
meringankan beban dan memungkinkan untuk berkembang. Selain itu, pemerintah di
bawah Prabowo-Gibran juga berjanji akan menjamin ketersediaan pupuk,
kepemilikan lahan, dan menjaga harga jual hasil panen tetap kompetitif.
Prabowo-Gibran juga berencana mengevaluasi Kartu Tani, terutama di wilayah Jawa
Tengah, guna memastikan petani memiliki akses langsung terhadap pupuk dan
benih.
Tak hanya itu, Prabowo-Gibran juga akan
mengembangkan kredit kepemilikan lahan agar petani memiliki tanah sendiri.
Pemerintah akan menjamin bahwa harga pembelian hasil panen oleh pemerintah
memberikan keuntungan minimal 30 persen bagi petani. Selanjutnya, biaya
produksi akan ditekan dengan menurunkan bunga bank untuk kredit modal, serta
memastikan ketersediaan pupuk dan pestisida langsung ke petani tanpa melalui
banyak perantara.
Dalam pandangan Prabowo-Gibran,
kesejahteraan petani dan nelayan tidak hanya penting untuk perekonomian, tetapi
juga untuk menjaga keutuhan sosial bangsa. Kesejahteraan yang merata akan
memperkuat stabilitas sosial dan mengurangi ketimpangan yang selama ini menjadi
tantangan di berbagai daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat,
dan sektor swasta, visi ini dapat terwujud dengan baik.
Prabowo dan Gibran telah menunjukkan
komitmen kuat dalam memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan melalui berbagai
program yang sudah direncanakan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif
yang signifikan dan berkelanjutan bagi kesejahteraan petani dan nelayan di
seluruh Indonesia.
Dengan segala potensi yang ada,
pemerintahan yang akan datang optimistis bahwa masa depan sektor pertanian dan
perikanan akan semakin cerah. Komitmen untuk terus mendampingi serta
memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan merupakan wujud nyata dari visi
kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, demi terciptanya kesejahteraan yang
merata di seluruh negeri.
*) Peneliti/Pengamat Politik dari
Indonesia Satu Institute (ISI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar